Gubernur Sumut Bersemangat Genjot Budidaya Bawang Putih di Humbang Hasundutan

(Foto: Dokumentasi Humas)

WARTAMANDAILING.COM, Humbahas – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bawang putih agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut. Salah satu daerah yang berhasil membudidayakan bawang putih adalah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Gubernur Edy Rahmayadi bersama Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting memanen bawang putih varietas sangga sembalun di Desa Hutasoit II, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan. Mereka memanen bawang putih milik Kelompok Tani Pea Sigaol seluas 2 hektare.

Lintong Nihuta mulai dikenal sebagai penghasil bawang putih setelah pada bulan April 2019 lalu diakui Kementerian Pertanian sebagai penghasil bawang putih berkualitas baik. Menurut Edy Rahmayadi kualitas bawang putih Lintong Nihuta tidak kalah dengan bawang putih yang diimpor dari Tiongkok.

“Kalau kita bandingkan dengan bawang putih impor besarnya sama, kualitasnya tidak jauh berbeda. Ini harus kita kembangkan terus karena Sumut itu masih sangat kekurangan bawang putih,” kata Gubernur yang datang bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, Rabu (3/6/2020).

Berdasarkan data BPS kebutuhan bawang putih Sumut mencapai 26.299,96 ton per tahun, sedangkan produksi hanya 975 ton per tahun.

“Kita ini baru mampu memenuhi kebutuhan bawang putih kita 3,7 persen saja. Kita harus bisa memenuhi kebutuhan bawang putih kita sendiri. Lihat bawang putih harganya sempat Rp70 ribu/kg. Kalau kita bisa memenuhi kebutuhan sendiri akan sangat menguntungkan,” tambah Edy Rahmayadi.

Karena itu Pemprov Sumut dan Pemkab Humbahas akan mendorong petani-petani agar mau menanam bawang putih. Pemprov Sumut akan menyiapkan bantuan lahan untuk dijadikan lahan tani bawang putih dan ternak kerbau.

Read More

“Kita akan dorong petani bawang putih biar nanti bukan hanya tak impor lagi, kita malah bisa mengekspor. Kita juga akan berikan bantuan ternak kerbau yang nantinya kotoran kerbau itu dijadikan kompos di sini, jadi tidak pakai pupuk kimia lagi,” tegas Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi juga mengingatkan agar petani tidak berhubungan dengan tengkulak dan rentenir. Gubernur Sumut akan mengarahkan BUMD Pemprov Sumut agar petani bawang putih tidak banyak merugi, dengan menampung hasil tani dan juga memberikan pinjaman kepada petani bila diperlukan.

“Kita nanti coba arahkan BUMD kita ke sini agar petani-petani ini tidak ke rentenir dan tengkulak. Petani-petani kita ini tidak boleh rugi, mereka harus untung,” ujarnya kembali.

Related posts