Gubsu Bobby Dorong Pembiayaan UMKM, Gus Irawan Gandeng Bank Sumut Selamatkan Warga Tapsel dari Jerat Rentenir

WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bersama Bank Sumut mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan pelaku usaha mikro dari jeratan rentenir dan lembaga pembiayaan berbunga tinggi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap visi Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, melalui program Kolaborasi Sumut Berkah.

Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, menyatakan bahwa upaya ini dilakukan setelah melihat fakta bahwa bunga pinjaman yang dibebankan kepada masyarakat bisa mencapai 24% hingga 28% per tahun, angka yang dinilai sangat memberatkan.

“Kita faham bagaimana Gubsu Bobby mendorong pemberdayaan masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang ada di bawah. Masa iya mereka harus membayar bunga setinggi itu? Ini tidak adil,” ujar Gus Irawan usai berdiskusi dengan Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah.

Menanggapi hal tersebut, Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah memastikan pihaknya telah menyiapkan solusi konkret. Tapsel dipilih menjadi lokasi percontohan (pilot project) karena komitmen kuat Pemkab dalam mendorong transparansi keuangan dan perekonomian daerah.

Ada dua skema utama yang disiapkan untuk membebaskan warga dari bunga mencekik:

1. Skema Pembiayaan “Tanggung Renteng”
Mengadopsi konsep mirip Grameen Bank, pembiayaan ini ditujukan untuk kelompok minimal 6 orang (sangat cocok untuk ibu-ibu PKK atau pengusaha mikro).

Bacaan Lainnya
        • Plafon: Rp1 Juta – Rp10 Juta, dan Rp10 Juta – Rp20 Juta.
        • Suku Bunga: Maksimal 16% per tahun dan bisa turun menjadi 13% secara periodik. Jauh lebih rendah dibanding bunga rentenir.
        • Fleksibilitas: Bisa diakses bukan hanya yang sudah punya usaha, tapi juga yang baru merintis atau korban bencana yang ingin bangkit kembali.

        2. Skema Pendanaan “Sumut Link” Merupakan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking). Masyarakat bisa menabung, tarik tunai, hingga mencicil pembayaran kredit melalui agen yang ditunjuk di desa-desa.

                • Agen: Kepala Desa dan Kepala Dusun dilibatkan sebagai ujung tombak layanan.
                • Kemudahan: Proses cepat dan mudah dijangkau warga pedesaan.

                Heru menegaskan, langkah ini sejalan dengan instruksi Gubernur Bobby agar Bank Sumut tidak hanya mengandalkan APBN/APBD, tetapi lebih agresif memaksimalkan potensi ekonomi rakyat.

                “Tujuannya menyahuti keinginan Bapak Gubernur agar Bank Sumut lebih leluasa memaksimalkan potensi daerah. Tapsel menjadi contoh bagaimana kita bekerja sama mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” jelas Heru.

                Dengan skema ini, diharapkan warga Tapsel yang selama ini terbebani kredit berbunga tinggi atau Kredit Mekar yang dirasa memberatkan, bisa segera dialihkan ke pembiayaan yang lebih sehat dan legal di Bank Sumut. (r)

                Contoh Gambar di HTML

                Pos terkait