Mahasiswa Demo di Pomdam I/BB, Tuntut Dugaan Keterlibatan Oknum TNI di PETI Diusut

Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Pomdam I/Bukit Barisan, Selasa (19/05/2026). Fhoto : Istimewa.
Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Pomdam I/Bukit Barisan, Selasa (19/05/2026). Fhoto : Istimewa.

WARTAMANDAILING.COM, Medan – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara Berkah yang terdiri dari Komandan Madina (Koalisi Mahasiswa Pemuda Mandailing Natal), JMI (Jaringan Mahasiswa Indonesia), dan Gempet SU (Gerakan Mahasiswa Transparan Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pomdam I/Bukit Barisan, Selasa (19/05/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait maraknya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berdampak terhadap lingkungan. Selain itu, aktivitas PETI disebut telah menelan korban jiwa serta menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Dalam orasinya, Ketua Umum Komandan Madina, Robi Nasution, menilai aktivitas PETI yang berlangsung secara terbuka dan terus berulang di berbagai wilayah seperti Kecamatan Batang Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Kotanopan, Hutabargot, serta kecamatan lainnya telah menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan dan langkah penindakan di lapangan.

“Aksi unjuk rasa ini adalah bentuk aspirasi dan kepedulian kami sebagai putra daerah terhadap kondisi Mandailing Natal. Masyarakat ingin melihat adanya langkah nyata, evaluasi menyeluruh, serta tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tanpa pandang bulu,” tegas Robi dalam rilis yang diterima redaksi.

Robi juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang mereka himpun dan telah menjadi perbincangan di tengah masyarakat, terdapat dugaan keterlibatan oknum TNI Kodam I/BB berinisial ZEL, RML, serta oknum lainnya yang diduga berperan sebagai pengaman aktivitas PETI di Kabupaten Mandailing Natal.

“Gerakan kami ini bukan ditujukan untuk menyerang institusi, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar aparat dan institusi negara tetap menjaga marwah serta kepercayaan publik melalui tindakan yang profesional dan transparan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum JMI, Ahmad Ridwan Dalimunte, menyampaikan bahwa gerakan tersebut lahir dari kegelisahan masyarakat yang ingin melihat hadirnya ketegasan negara dalam menjaga lingkungan serta memastikan aparat negara tidak terlibat dalam praktik ilegal.

Bacaan Lainnya

Perwakilan Gempet SU, Rahmat Ritonga, menambahkan bahwa pihaknya berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dapat merespons aspirasi masyarakat secara terbuka dan menjadikan persoalan PETI sebagai perhatian serius demi memulihkan kepercayaan publik.

“Sehingga para mafia tambang dan oknum yang terlibat tidak merasa kebal hukum,” katanya.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa aksi menegaskan akan kembali menyampaikan aspirasi secara langsung hingga adanya langkah konkret dan kepastian penegakan supremasi hukum terhadap aktivitas PETI di Mandailing Natal.

Adapun tuntutan dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara Berkah, yakni:

  1. Meminta Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat melakukan evaluasi terhadap jajaran di wilayah Sumatera Utara, khususnya terhadap unsur yang diduga lalai atau terindikasi terlibat dalam aktivitas PETI.
  2. Meminta Pangdam I/BB mengevaluasi kinerja Asintel yang diduga melakukan pembiaran terhadap oknum TNI Kodam I/BB berinisial ZEL dan RML serta oknum lainnya yang diduga terlibat sebagai pengaman aktivitas PETI di Kabupaten Mandailing Natal.
  3. Meminta Pangdam I/BB menindak secara tegas, profesional, dan transparan terhadap oknum TNI yang terbukti terlibat sebagai pengaman maupun koordinator lapangan yang memperoleh keuntungan pribadi dari aktivitas PETI di Kabupaten Mandailing Natal.
  4. Mendesak Danpomdam I/BB segera memanggil dan memeriksa oknum TNI Kodam I/BB berinisial ZEL dan RML serta oknum lainnya yang diduga terlibat dalam aktivitas PETI di Kabupaten Mandailing Natal.
  5. Mendesak TNI Angkatan Darat memulihkan kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata dan menunjukkan komitmen tegas bahwa institusi negara tidak boleh terlibat sebagai pengaman aktivitas PETI. (*)

Contoh Gambar di HTML