Bupati Tapsel Tegaskan MBG Bukan Sekadar Makan, tapi Stimulan Pemulihan Ekonomi

WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki nilai strategis ganda, yakni tidak hanya berfokus pada pemenuhan asupan gizi bagi anak sekolah, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya usai meninjau langsung pemberian MBG di SD Negeri 101501 Bintuju, Kecamatan Angkola Muaratais, pada Kamis (30/4/2026).

Menurut Gus Irawan, meski saat ini baru sekitar 14 dapur yang beroperasi atau sekitar sepertiga dari total target, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dengan sasaran sekitar 90 ribu siswa, ia memperkirakan perputaran uang dari program ini mampu mencapai lebih dari Rp400 miliar dalam setahun.

Angka tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta usaha mikro di daerah. Terlebih, Tapanuli Selatan merupakan wilayah rawan bencana yang pertumbuhan ekonominya sempat tergerus, sehingga program ini sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat.

Nah, terkait berbagai pandangan mengenai standar porsi atau ukuran makanan, Bupati meminta agar tidak digeneralisir. Ia menilai standar yang berlaku di kota besar belum tentu sama dengan kebutuhan di daerah.

“Jangan kemudian ukurannya digeneralisir. Di Jakarta mungkin oke, tapi kita di daerah sangat membutuhkan ini. Jangan sampai anak-anak tidak mau sekolah karena belum dapat makan bergizi. Justru tadi laporan Ibu Kepala Sekolah menyebutkan kehadiran siswa sekarang jauh lebih tertib dan meningkat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti sajian makanan yang disediakan. Ia mengapresiasi potongan ayam yang terlihat besar dan memenuhi standar, namun menegaskan agar aspek higienis dan kandungan gizi tetap dijaga ketat.

Bacaan Lainnya

“Saya lihat menunya bagus, ayam potongannya besar-besar. Mereka pastikan higienis dan gizinya terpenuhi. Namun saya pesankan kepada Kepala SPPG dan seluruh pihak, harus lebih ketat lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 101501 Bintuju, Cahaya Harahap, membenarkan dampak positif tersebut. Sekolahnya menjadi salah satu penerima manfaat pertama dengan jumlah sekitar 275 siswa, yang sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi terbatas.

Program ini dinilai sangat membantu karena gizi anak-anak terjaga dengan sarapan setiap hari, sehingga kebiasaan jajan berkurang dan program menabung di sekolah melalui Bank Sumut berjalan lebih lancar.

“Anak-anak bahkan mengaku merasa rugi jika tidak masuk sekolah karena menantikan menu yang disajikan,” terang Cahaya.

Menyentuhnya, suasana haru terasa saat sejumlah siswa menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Bupati Tapanuli Selatan melalui surat tulisan tangan.

Hafizah Arikah Lubis, siswi kelas V, mengaku sangat senang dengan hadirnya MBG di sekolahnya.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Bupati. Kami berharap program ini membuat kami sehat, pintar dan menjadi yang terbaik di masa depan,” ujarnya penuh semangat.

Hal senada disampaikan siswa lainnya yang merasa terbantu dalam hal ekonomi dan semangat belajar yang semakin meningkat berkat program tersebut. (Nas)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait