WARTAMANDAILING.COM, Pasaman – Polemik dugaan kekosongan obat di RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping terus menjadi sorotan publik, sementara Bupati Pasaman hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.
Keluhan masyarakat sebelumnya mencuat dari sejumlah keluarga pasien yang mengaku kesulitan memperoleh obat sesuai resep dokter di rumah sakit.
Bahkan, sebagian pasien disebut terpaksa membeli obat di luar fasilitas kesehatan karena diduga tidak tersedia di apotek RSUD.
Kondisi ini memicu perhatian publik karena menyangkut langsung pelayanan dasar kesehatan dan keselamatan pasien yang sedang menjalani perawatan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman dr. Yong Marzuhaili, M.KM menegaskan bahwa pengadaan obat di RSUD Tuanku Imam Bonjol berada di bawah kewenangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga tidak lagi menjadi tanggung jawab langsung dinas.
“Izin pak, karena BLUD secara pengadaan telah terpisah dengan Dinkes dan laporan juga belum kami terima pak,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/6/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini Dinas Kesehatan belum menerima laporan resmi terkait kondisi ketersediaan obat di RSUD Tuanku Imam Bonjol, meski keluhan masyarakat telah beredar luas.
Di sisi lain, pihak manajemen RSUD Tuanku Imam Bonjol juga belum memberikan tanggapan resmi meski telah dikonfirmasi oleh awak media.
Kondisi ini membuat ruang informasi publik masih terbatas dan memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Secara regulasi, RSUD berstatus BLUD memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran dan pengadaan obat-obatan.
Namun, pengamat menilai fleksibilitas tersebut tetap harus disertai dengan transparansi dan pengawasan agar tidak berdampak pada kualitas layanan kesehatan.
Ketersediaan obat merupakan indikator penting dalam pelayanan rumah sakit. Gangguan dalam sistem perencanaan dan distribusi dapat berdampak langsung terhadap efektivitas pengobatan pasien.
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Pasaman belum memberikan pernyataan resmi terkait persoalan tersebut.
Kompasreal.id masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Pasaman dan RSUD Tuanku Imam Bonjol guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang. (Tim)



