Restoran yang dikeluhkan wisatawan di Samosir (tribunmedan)

WARTAMANDAILING.COM, Samosir – Setiap musim liburan, apalagi libur Natal dan Tahun Baru, kawasan Danau Toba ramai dikunjungi warga.

Selain menikmati keindahan panorama Danau Toba, warga juga bisa menikmati kuliner yang disajikan pelaku usaha rumah makan atau restoran di sana.

Namun ditengah indahnya panorama Danau Toba dan banyaknya kuliner di Danau Toba, terdapat kabar tidak sedap dari wisatawan yang datang ke Samosir.

Keluhan wisatawan saat berkunjung ke Tuktuk, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir Viral di media sosial.

Para wisatawan yang berkunjung mengeluhkan terkait tidak wajarnya harga makanan yang dikenakan pemilik restoran kepada mereka.

Keluhan wisatawan ini salah satunya diunggah akun Facebook Marihot Simbolon di Grup Facebook Pature Samosir dimana anggota dalam grup tersebut adalah orang-orang Samosir.

Marihot Simbolon mengunggah sebuah foto struk pembayaran makanan yang dikenakan oleh pemilik restoran kepada wisatawan.

Dalam struk pembayaran tersebut harga makanan yang harus dibayar wisatawan yaitu Rp 1. 613.000.

Dalam struk pembayaran tersebut tampak item-item yang dipesan oleh wisatawan, dimana banyak harga-harga yang tidak wajar seperti harga satu botol aqua kecil Rp 10 ribu.

Marihot Simbolon dalam unggahan foto tersebut menuliskan kronologi kejadian yang tidak mengenakkan para wisatawan tersebut.

Screnshoot keluhan wisatawan di Samosir (dari group Wa)

Postingan ini sudah ratusan kali dibagikan para warganet. Mereka pun memberi respon yang beragam. Namun mayoritas para warganet meminta pemilik restoran ditindak.

Mereka pun meminta pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan yang kerap dialami wisatawan di Samosir ini.

Atas peristiwa ini, Pemkab Samosir pun bergerak melakukan penelusuran kepada pemilik warung yang disebut menerapkan harga makanan tidak wajar terhadap wisatawan.

Berdasarkan klarifikasi tim Pemkab Samosir mereka tidak mendapati harga makanan yang sangat mahal seperti yang dituding wisatawan tersebut.

“Ternyata hasil penelusuran dan wawancara Tim bahwa berita itu tidaklah sepenuhnya benar alias Hoax,” sebut Rapidin, salah satu tim pemkab samosir, Senin (30/12/2019).

Pemilik Restoran pun membantah informasi yang disebarluaskan oleh pengunjungnya tersebut.

Ia pun menjelaskan bahwa postingan tersebut pertama diposting Rep Sidabutar pada Group WA perkumpulan marga Parna Indonesia.

Kemudian postingan itu disebarluaskan warga di Medsos.

Menurut Lisbet harga Rp 1,6 Juta yang mereka tagihkan ke wisatawan tersebut merupakan biaya untuk puluhan orang.

Kata Lisbet Sirait terkait harga ikan bakar yang disebut-sebut mahal, karena memang ukuran yang diminta wisatawan tersebut cukup besar, karena harga ikan bervariasi sesuai ukuran.

Harga ikan bakar dibanderol mulai dari harga Rp 20 ribu sampai seterusnya sesuai kemampuan pembeli.

“Karena memang harga ikan dan jenis ukurannya berbeda-beda, kebetulan ketika rombongan tersebut datang ikan yang tersedia tinggal ikan ukuran besar. Sedangkan untuk Rp 85 ribu itu adlah ukuran 1 Kg dan mereka memesan sebanyak 5 ekor,” ujar Lisbet Sirait.

Lanjut Lisbeth, ketika rombongan tiba, daftar menu juga sudah ditunjukkan lengkap dengan variasi harga di Restoran ini. Ia  juga tidak ada marah-marah ke pengunjung restoran tersebut dan juga tidak ada menantang Bupati Rapidin Simbolon.

“Aha nakkin amang, saya bilang begitu. Arga ma ikkan na i, inna. Ai par sakiloan do i amang nikku, ai dang pas i amang baenonhu dope sabe na dohot sabbal na. (Apa tadi pak, kubilang begitu. Mahal kali ikannya buk, kata dia ke saya. Karena itu ikan ukuran satu kilo dan belum lagi bumbu-bumbunya),” ujar Lisbet.

Sebelumnya, seorang perempuan dari rombongan mereka masih sempat memfoto ikan itu sebelum dimakan. Terkait foto-foto ikan itu juga dia tidak tahu menahu untuk apa dan tidak diurusinya.

Sedangkan soal harga kemasan air mineral aqua kecil dibanderol Rp 10.000, lisbet mengaku karyawannya lalai. Sebagaimana biasanya mereka tidak pernah membanderol aqua kecil Rp 10.000. Tapi, kali ini karena ramainya pengunjung terjadi kelalaian.

“Palojahu gok tamu, mangattusi ma akka dakdanak (Bagaimanalah, banyak tamu yang datang, mengertilah anak-anak (karyawan) sudah kelelahan),” tambahnya.

Akibat perdebatan antara pemilik dengan rombongan tersebut, pelayanan terhadp pengunjung lain pun sampai terganggu dan pemilik pun dikomplain.

“I sai holan i do i ladeni hamu, ahu m jo lean hamu mangan (Kenapa itu aja yang kalian ladeni, kasih saya makan dulu buk),” tutur Lisbet menirukan ucapan pengunjung yang lain.

Atas kesalahan terkait harga aqua yang dibanderol karyawannya Rp 10.000 Lisbet juga sempat meminta maaf karena terjadi kelalaian. Apalagi, pengunjung tersebut bermarga Sidabutar yang masih semarga dengan Suaminya.

Atas kelalaian itu, di hadapan pengunjung Lisbet bukan tidak mengakui kelalaian karyawannya.

Sehabis itu, dia melanjutkan pekerjaan mereka melayani tamu yang kebetulan ramai dan tidak ada lahi perdebatan lain seperti ditudingkan dirinya menantang Bupati Rapidin Simbolon.

Suami Lisbet, Ojak Sidabutar yang memanggan ikan juga tidak mau berdebat banyak ketika itu. Dia hanya mengatakan, jika ada segala sesuatu kekurangan agar rombongan Marga Sidabutar tersebut menyampaikan keluhan kepada istrinya Lisbet Sirait.

Saat itu rombongan Sidabutar yang datang juga mulai mengancam akan memperbesar masalah itu dengan memviralkannya di media sosial.

“Alana hubege pe, halaki mandok kita masukkan ke Medsos (Aku juga sudah mendengar, akan dimasukkan ke Medsos,” ujar Ojak Sidabutar suami Lisbet yang nota bene saat itu penghidang ikan bakar yang bahkan dituding menyuruh rombongan Sidabutar yang hadir menegur istrinya sudah banyak menipu.

Ojak juga keberatan istrinya dituduh menantang Bupati Rapidin Simbolon. Karena, selama terjadi pembicaraan antar pemilik Elios dengan Sidabutar yang hadir tidak ada perdebatan Sampai sengit dan membawa nama Bupati.

Bahkan, Lisbet juga siap bertemu dengan Rombongan Marga Sidabutar yang mampir ke Restorannya.

“Molo ro halaki siap do ahu makkatai. Marhua ahu sahat-sahat tu Bupati, ahu pe na maccari ngolu do. (Kalau mereka datang, saya juga siap berbicara fakta sebenarnya, untuk saya sampai sebut-sebut Bupati saya juga fokus cari makan),” tambah Lisbet lagi.

Terkait harga yang diberikan juga kata Lisbet masih dalam hal yang wajar karena berdasarkan orderan. Pesanan mereka ada ikan tombur, babi panggang, susu kerbau, ayam panggang, napinadar dan menu lainnya.

Satu dari rombongan juga masih sempat memuji masakan Lisbet.

Atas kejadian itu, Lisbet keberatan dan ingin bertemu dengan Marga Sidabutar yang makan saat itu di restorannya.(bs/tribunmedan)