Tim Kemenkes RI mengambil sampel cairan dari pasien suspek virus Corona di ruang isolasi RSD Waled, Kabupaten Cirebon (foto: Ayocirebon.com)

WARTAMANDAILING.COM, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan status darurat dunia atas wabah virus Corona yang sudah membunuh ribuan orang di China. Hal ini menegaskan bahwa wabah virus corona jenis baru memerlukan respons internasional yang terkoordinasi.

Dengan ditetapkannya wabah 2019-nCoV sebagai status darurat dunia, kita harus lebih waspada dan melakukan antisipasi sebaik mungkin agar tidak terserang wabah tersebut.

Profesor Dr Ari Fahrial Syam, guru besar ilmu penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa larangan untuk bepergian ke Tiongkok, khususnya Wuhan, adalah hal penting karena virus tersebut sudah menjadi darurat dunia.

“Ada tiga hal yang membuat kita bise terserang infeksi virus, yaitu daya tahan tubuh, jumlah virus dan kondisi lingkungan. Jadi, pelarangan untuk pergi ke Tiongkok itu sudah menjadi langkah tepat karena melihat kondisi di sana dan jumlah virus yang sangat banyak,” ucap Dr Arif pada Jumat 31 Januari 2020 lalu.

Namun, Ari menekankan bahwa hal terpenting untuk mencegah diri dari infeksi virus corona adalah dengan menjaga daya tahan tubuh, sebagaimana dilansir wartamandailing.com dari Kompas.com, Senin (9/3/2020).

“Menurut laporan awal, orang yang terinfeksi virus corona memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Prinsipnya, orang yang terinfeksi itu memiliki daya tahan tubuh yang tidak bagus,” tambahnya.

Menjaga daya tahan tubuh untuk cegah virus corona

Lalu, bagaimana cara menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari virus corona?

1. Pentingnya pola hidup sehat dan konsumsi buah serta sayur
Untuk menjaga agar daya tahan tubuh kita kuat, Ari menyarankan agar kita memiliki pola hidup yang sehat, tidur cukup, dan mengonsumsi buah dan serta sayuran.

Penyebaran awal virus Corona yang diduga berasa dari Wuhan, China, membuat banyak orang takut untuk mengonsumsi bahan makanan atau sayur dan buah yang diimpor dari China. Menurut Ari, masyarakat tak perlu khawatir akan hal tersebut karena penyebaran virus corona tidak terjadi semudah itu dan memerlukan kontak langsung.

“Jadi, ketika ada pasien terinfeksi virus corona yang bersin atau batuk dan mengenai makanan, belum tentu makanan tersebut menjadi media untuk virus corona,” ucap dia.

2. Menutup mulut saat bersin dan batuk
Penyebaran virus hanya terjadi bersin atau batuk tersebut langsung mengenai diri kita. Oleh karena itu, sangat penting untuk menutup mulut saat kita bersin atau batuk.

“Misalnya, nih, ada pasien positif terinfeksi lalu bersin di dekat kita. Itu bisa menulari kita,” ucapnya.

3. Cuci tangan dengan benar
WHO juga merekomendasikan agar kita menjaga kebersihan tangan untuk mencegah penyebaran virus corona karena salah satu penularannya bisa melalui kontak tangan.

Menurut Ari, cara terbaik untuk mencuci tangan adalah dengan menggunakan air yang mengalir. Setelah itu, jangan lupa untuk melepas cincin, jam tangan atau aksesoris apapun yang kita gunakan di area tangan.

“Selain air mengalir, sabun juga wajib ada untuk mencuci tangan. Lalu pastikan semua bagian tangan terkena sabun. Setelah itu, bilas lagi dengan air dan keringkan tangan,” tambahnya.

(Sumber: Kompas.com)