Jembatan Aek Batang Gadis penghubung Desa Laru dengan Desa Tambangan sekitarnya (foto: Istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Masyarakat Desa Rao-rao Lombang, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, berharap kepada pemerintah daerah agar secepatnya membangun jembatan Aek Batang Gadis yang menghubungkan Desa Laru dengan Desa Tambangan sekitarnya.

Diketahui sebelumnya, jembatan yang menghubungkan Desa Laru dengan Desa Tambangan roboh serta hanyut pada Jumat malam 2 November 2018 lalu, selama ini jembatan penghubung beberapa Desa itu satu-satunya akses yang sering dilalui masyarakat sekitar untuk mobilitas sehari-hari.

Informasi yang dihimpun WartaMANDAILING.com, Jembatan penghubung Desa Laru Kecamatan Tambangan dengan lima desa yang ada di Kecamatan Tambangan dijadwalkan pembangunannya berlangsung pada tahun 2020.

Jembatan Aek Batang Gadis penghubung Desa Laru dengan Desa Tambangan sekitarnya (foto: Istimewa)

Jamal Lubis, salah satu warga sekitar mengatakan kepada awak media ini, agar pembangunan jembatan yang dimaksud segera dibangun pemerintah, sebab keberadaan jembatan ini sangat penting dan sangat dibutuhkan pelajar yang sekolah di daerah Desa Laru bahkan di pusat kecamatan Kotanopan.

“Tolong dipublikasikan jembatan kami, jembatan Aek Batang Gadis yang menghubungkan Desa laru dengan Desa Tambangan, semoga terwujud pembangunannya, trimakasih,” ucap Jamal ke Warta Mandailing, Rabu (25/3/2020).

Seperti diberitakan Antara Sumut, pada 17 Agustus 2019, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal, Syahruddin Lubis, ST menyebutkan, jembatan penghubung lima desa yang ada di Kecamatan Tambangan ini sudah dimasukkan instansi tersebut ke dalam anggaran e-planning.

“Tahun 2020 Dinas PUPR sudah membuat anggaran dalam e-planning guna pembangunan jembatan rangka baja Aek Batang Gadis ruas jalan Laru Panjaringan sebesar tiga milyard dan pengadaan jembatan rangka Balley type 2.1 dengan dana sebesar 3,5 miliar,” ujarnya.(WM/antara)