WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kali ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tapanuli Selatan, Abdul Jalil Daulay didampingi Asmar Husin Rangkuti selaku Bendahara LPA Tapsel menyempatkan waktu untuk mengunjungi anak yang putus sekolah di Kelurahan Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Di lokasi itu, tim LPA Tapsel berkunjung ke kediaman Riskon yang diketahui memiliki empat keponakan yang diasuhnya yakni diantaranya dua orang sudah tidak bersekolah lagi disebabkan ekonomi dan keterbatasan biaya dan dua anak lagi masih umur lima dan empat tahun.

“Ayah dan ibu mereka sudah bercerai tiga tahun yang lalu, mereka itu enam bersaudara, sedangkan anak pertama dan kedua sedang merantau, ada dua orang putus sekolah dan dua lagi masih berumur lima dan empat tahun,” ungkap Riskon dirumahnya, Sabtu (2/5/2020).

Dijelaskannya lagi, bahwa Muhammad Rizky (Kelas I SMP) dan Mawar (kelas 2 SD) keduanya putus sekolah karena ketidak mampuannya lagi untuk membiayai kebutuhan sehari-hari mereka.

“Jangankan untuk sekolah, kebutuhan sehari-hari saja sangat susah pak, sejak tiga tahun belakangan ini saya lah yang mengasuh mereka,” ujar Riskon lagi dengan raut wajah sedih.

Kunjungan LPA Tapsel kerumahnya seakan memberikan harapan anak-anak yang diasuhnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat untuk kelangsungan hidup dan pendidikan keempat anak tersebut.

Bendahara LPA Tapsel, Asmar Husin Rangkuti menanggapi dan menampung keluhan kondisi yang dialami dari keluarga Riskon, dengan menyampaikan akan segera mencarikan solusi agar dapat meringankan beban yang dialami keluarga tersebut.

“Kami siap membantu seadanya pak, kami akan sampaikan hal ini kepada pemerintah kabupaten Tapsel, khususnya instansi terkait,” pungkas Asmar.

Hal senada juga disampaikan Ketua LPA Tapsel, Abdul Jalil Daulay, menyikapi apa yang disampaikan oleh keluarga tersebut menjadi PR bagi LPA Tapsel selaku lembaga yang membidangi persoalan anak-anak di daerah Tapanuli Selatan.

“Kami selaku Lembaga Perlindungan Anak sangat prihatin dan terharu melihat kondisi keluarga tersebut, kami akan carikan solusi untuk membantu keluarga bapak Riskon ini,” ujar Abdul Jalil. (Iwan SD)