(Foto: Istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Amerika Serikat – Vaksin virus corona (COVID-19) eksperimental milik Moderna Inc, raksasa farmasi asal Amerika Serikat (AS), baru-baru ini digembar-gemborkan menunjukkan hasil uji yang paling memungkinkan untuk menjadi vaksin bagi wabah tersebut.

Sayangnya, para ahli menyebut data hasil uji coba keamanan tahap awal vaksin pada segelintir orang itu tidak bisa dipercayai untuk menilai efektivitasnya. Apalagi saat ini vaksin baru memasuki uji coba tahap awal dan informasi penting lainnya mengenai vaksin belum diungkapkan perusahaan sepenuhnya.

Berita kesuksesan awal vaksin buatan Moderna ini sempat menggegerkan dunia dan membuat pasar keuangan riang gembira. Bursa-bursa saham dunia naik tinggi. Menanggapi para ahli yang meragukan vaksin tersebut, Chairman Moderna, Noubar Afeyan, buka suara.

“Kami melakukan ini dengan sangat serius. Kami tidak akan mengambil data untuk mengubah sesuatu berbeda dari kenyataan,” ujarnya dilansir dari CNBC International, Kamis (21/5/2020).

Seperti diketahui, Senin lalu, Moderna mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 eksperimentalnya yang pertama kali diuji di AS telah terbukti menghasilkan antibodi pelindung pada sekelompok kecil sukarelawan sehat.

Perusahaan mengatakan, data tersebut berasal dari delapan orang di antara 45 subjek yang mengambil bagian dalam uji coba keselamatan vaksin yang dimulai pada bulan Maret. Ini berarti, dari semua (45 orang) subjek, perusahaan tidak mengungkapkan hasil dari 37 peserta uji coba lainnya.

Selain itu, pengujian untuk menetralkan antibodi lebih memakan waktu daripada tes antibodi lainnya dan harus dilakukan di laboratorium level 3 biosecurity. Menurut Afeyan, para ahli yang meragukan ini kemungkinan masih mengira-ngira saja.

“Menurut saya, publik harusnya memperhatikan kepada pernyataan yang kami keluarkan,” katanya.

Sumber: CNBC Indonesia