Konsultasi Publik tentang penilaian dampak lingkungan dan sosial yang diduga dimotori PT SMGP (foto: tangkapan layar dari status whatsapp salah satu peserta)

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – PT SMGP/Ks 0rka menggelar kegiatan sosialisasi di Gedung Serbaguna, Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Kamis (30/9/2021). Namu wartawan tidak diperbolehkan masuk meliput kegiatan tersebut.

Sejumlah wartawan yang ingin mengetahui kegiatan itu mendatangi gedung serbaguna, setibanya di pintu masuk, security menghadang dan bertanya ke awak media.

“Bapak dari mana dan mau kemana,” tanya security.

“Kami dari awak media ingin meliput, kegiatan apa ini,” ujar wartawan.

“Ini Kegiatan sosialisasi publik yang melibatkan warga masyarakat wilayah tambang, dan kegiatan ini tertutup untuk awak media,” ucap security.

“Lho kok bisa begitu, bukankah gedung ini fasilitas publik, dan apakah anda tau tugas pers?,” sambung awak media.

“Iya memang ini fasilitas publik, dan saya tau tugas pers,” jawab security itu lagi.

“Kalau memang kegiatan ini tertutup untuk awak media, kenapa kalian gelar disini,” tanya wartawan lainnya.

“Iya tapi lokasi aula kami fasilitasnya di perusahaan sangat kecil pak, dengan peserta seperti ini tidak akan mampu menampungnya,” pungkas security.

Pantauan awak media, kegiatan Sosialisasi yang dilaksanakan Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP) dengan melibatkan para kades dan warga masyarakat di wilayah tambang Puncak Sorik Marapi.

Tampak kegiatan Konsultasi Publik tersebut membawa tema tentang penilaian dampak lingkungan dan sosial. Namun anehnya, kegiatan sosialisasi itu tertutup untuk awak media.

“Padahal kita mungkin sama sama tau bahwa pers itu adalah corong penyampaian informasi publik,” tutup wartawan. (Syahren)