Infrastruktur Mandailing Natal: Saatnya Pemerintah Sumut Berhenti Menunda Solusi

Fhoto : Istimewa.
Fhoto : Istimewa.

WARTAMANDAILING.COM, Medan – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sumatera Utara menyoroti kondisi infrastruktur di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dinilai masih memprihatinkan. Organisasi mahasiswa tersebut meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian lebih serius terhadap kerusakan sejumlah ruas jalan yang menjadi akses vital masyarakat.

Koordinator Kabinet DEMA UIN Sumatera Utara, Ahmad Fajar As-Syddiq, mengatakan minimnya perhatian terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di Mandailing Natal berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat akibat terganggunya akses transportasi dan distribusi barang.

Menurut Fajar, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional mengamanatkan pemerintah untuk menjalankan kewenangannya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia merujuk Pasal 18 ayat (1), (2), dan (5) UUD 1945 sebagai dasar pentingnya peran pemerintah daerah dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan berbagai aduan masyarakat serta informasi yang beredar di media sosial, kata Fajar, kondisi Jalan Lintas Sumatera Utara pada ruas Jembatan Merah–Batang Natal–Simpang Gambir hingga kini masih belum mendapat penanganan yang memadai, padahal jalur tersebut merupakan akses utama yang menopang aktivitas masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya percepatan perbaikan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Panyabungan dengan wilayah Pantai Barat. Menurutnya, jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus akses penting bagi distribusi barang, pelayanan publik, dan kegiatan perekonomian daerah.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sesuai dengan kewenangannya, harus berperan maksimal dalam menciptakan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas melalui penyediaan infrastruktur jalan yang layak. Kondisi jalan yang hingga kini masih memprihatinkan harus segera menjadi perhatian agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para pengguna jalan,” ujar Fajar dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (18/7/2026).

Ket fhoto : Mobil truk Colt Diesel bermuatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terbalik di ruas Jalan Jembatan Merah–Muara Soma, Kabupaten Mandailing Natal. Foto diambil pada Jumat saat jurnalis Wartamandailing melintasi lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat diperlukan melalui langkah-langkah konkret berupa pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan infrastruktur jalan secara berkelanjutan di Kabupaten Mandailing Natal.

“Sebagai mahasiswa UIN Sumatera Utara sekaligus putra daerah Mandailing Natal, khususnya Pantai Barat, saya berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama seluruh pemangku kepentingan dapat segera menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan infrastruktur di Kabupaten Mandailing Natal. Infrastruktur yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah,” pungkas Ahmad Fajar As-Syddiq. (*)

Contoh Gambar di HTML