Merawat Tradisi, Menuai Rezeki: Buka Lubuk Larangan dan Buruan Ikan Jurung

Para peserta Panjala berbaris menunggu aba-aba dari panitia lubuk larangan Pidoli Dolok, fhoto : Wartamandailing.
Para peserta Panjala berbaris menunggu aba-aba dari panitia lubuk larangan Pidoli Dolok, fhoto : Wartamandailing.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Riuh sorak masyarakat memecah suasana di Lubuk Larangan, Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, saat kawasan yang selama ini dijaga dan dilarang untuk menangkap ikan akhirnya resmi dibuka, Minggu (19/7/2026). Tradisi turun-temurun tersebut kembali menjadi magnet bagi ratusan warga yang datang membawa jala, serok, dan berbagai alat tangkap tradisional dengan harapan membawa pulang rezeki dari derasnya aliran sungai.

Buka lubuk larangan bukan sekadar kegiatan menangkap ikan. Bagi masyarakat Mandailing, tradisi ini merupakan wujud kearifan lokal dalam menjaga kelestarian sumber daya alam yang diwariskan para leluhur. Selama masa penutupan, masyarakat dilarang mengambil ikan agar populasinya tetap terjaga. Ketika waktu pembukaan tiba, seluruh warga diberi kesempatan yang sama untuk menikmati hasilnya.

Salah seorang warga Sipolu-polu, Panjala, menjadi sosok yang paling beruntung pada kegiatan tersebut. Hanya dengan sekali melempar jala, ia berhasil memperoleh 11 ekor ikan jurung, ikan air tawar yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi kebanggaan masyarakat Mandailing.

Keberuntungan itu berlanjut pada lemparan kedua. Jala yang ditebarkannya kembali mengangkat 12 ekor ikan jurung dengan berat rata-rata sekitar satu kilogram per ekor. Hasil tangkapan tersebut langsung mengundang decak kagum warga yang berada di sekitar lokasi.

Keberuntungan tidak hanya berpihak kepada Panjala. Sejumlah warga lainnya juga menikmati hasil tangkapan yang melimpah. Salah seorang warga Panyabungan mengaku hanya dengan sekali melempar jala berhasil memperoleh sekitar delapan hingga sembilan ekor ikan jurung. Sorak kegembiraan dan rasa syukur pun terdengar di sepanjang tepian sungai ketika para peserta mengangkat jala mereka yang dipenuhi ikan.

Senyum sumringah tampak menghiasi wajah para peserta. Bagi mereka, hasil tangkapan itu bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari kesabaran masyarakat dalam menjaga lubuk larangan selama berbulan-bulan agar ekosistem sungai tetap lestari.

Tradisi buka lubuk larangan menjadi bukti bahwa pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat. Dengan menjaga sungai dan tidak menangkap ikan secara sembarangan sepanjang tahun, masyarakat dapat menikmati hasil yang melimpah saat masa panen tiba.

Bacaan Lainnya

Puluhan ekor ikan jurung, hasil tanggal Panjala di lubuk larangan Pidoli Dolok.

Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi ini menjadi pengingat bahwa kearifan lokal memiliki nilai yang tak ternilai. Lubuk larangan bukan hanya menjaga kelestarian ikan jurung, tetapi juga mempererat kebersamaan, semangat gotong royong, dan rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan alam.

Di Lubuk Larangan Kelurahan Pidoli Dolok, sungai hari itu tidak hanya mengalirkan air, tetapi juga mengalirkan harapan, kebahagiaan, dan rezeki bagi masyarakat yang setia menjaga warisan leluhur. Melimpahnya hasil tangkapan menjadi bukti bahwa alam akan terus memberi jika dijaga dengan penuh tanggung jawab. (Has)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait