WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) turun tangan membantu empat anak dari keluarga kurang mampu yang terkendala mengenyam pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Dinas Pendidikan Madina mengunjungi langsung kediaman keluarga tersebut, Senin (31/8/2026).
Keempat anak tersebut masing-masing bernama Laung Pardamean (15), Sakiani (13), Paet Rahmat (11), dan Sri Ayu (8). Saat ini, keluarga tersebut tinggal di Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.
Tiga dari empat anak tersebut diketahui telah putus sekolah, sedangkan satu anak lainnya belum pernah mengenyam pendidikan formal. Kondisi itu terjadi akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Sekretaris Dinas Pendidikan Madina, Ade Elvia Nora, mengatakan pihaknya telah mengunjungi langsung kediaman keluarga tersebut untuk melihat kondisi mereka sekaligus mencari solusi terkait kelanjutan pendidikan keempat anak tersebut.
“Kami sudah mengunjungi langsung keluarga empat anak yang tidak sekolah. Terkait kelanjutan pendidikan anak-anak kita, akan disesuaikan dengan umur masing-masing,” ujar Ade Elvia Nora.
Ia menjelaskan, tiga anak akan diarahkan mengikuti pendidikan melalui program sekolah paket, sedangkan satu anak lainnya akan didaftarkan ke sekolah reguler.
“Untuk satu anak ini akan didaftarkan ke sekolah reguler, yakni SD Pidoli. Sedangkan tiga lainnya akan dimasukkan ke sekolah paket,” jelasnya.
Ade juga menanggapi persoalan perlengkapan sekolah yang sebelumnya menjadi salah satu kendala bagi keluarga tersebut. Ia memastikan Dinas Pendidikan Madina akan membantu kebutuhan pakaian sekolah bagi anak yang masuk sekolah reguler.
“Untuk yang SD, kami dari Dinas Pendidikan Madina akan membantu pakaian sekolahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Poso Yasri (37), orangtua keempat anak tersebut, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Madina beserta jajaran, Dinas Sosial, Lurah Pidoli Dolok, serta para awak media yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi keluarganya.
“Alhamdulillah, apa yang dicita-citakan anak kami kini sudah mulai terwujud. Beberapa hari ke depan mereka akan segera sekolah,” ujar Poso Yasri.
Ia berharap perhatian dan bantuan pemerintah tersebut menjadi awal bagi anak-anaknya untuk kembali mengejar pendidikan dan meraih cita-cita mereka (Has)
