Persaingan Kepemimpinan PWI Tabagsel Semakin Kompetitif, Empat Nama Muncul Sebagai Bakal Calon

WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan – Menjelang pelaksanaan Konferensi ke-IX Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang ditargetkan rampung bulan ini, dinamika pencalonan kepemimpinan periode 2026–2029 semakin memanas. Sejumlah nama mulai mencuat dan mendapatkan dukungan luas dari kalangan anggota.

Selain Julpan Tambunan dan Riswandi yang sebelumnya telah dinyatakan memenuhi syarat administrasi organisasi, kini nama Zia Ulhaq Nasution dan Mohot Lubis, S.Sos., turut menguat sebagai figur yang dinilai layak menakhodai organisasi profesi wartawan terkemuka itu.

Dukungan terhadap Zia Ulhaq Nasution mengemuka lantaran dinilai memenuhi syarat pokok kepemimpinan, yakni memiliki kartu anggota sah serta bersertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Madya/Utama.

Sosoknya juga dinilai sarat rekam jejak organisasi, menjunjung tinggi integritas, mampu menjaga independensi pers dari kepentingan kelompok maupun politik praktis, sekaligus luwes menjalin sinergi strategis dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dan elemen masyarakat tanpa mengorbankan kemerdekaan pers.

Jika terpilih, Zia diharapkan memprioritaskan peningkatan kapasitas anggota, fasilitasi sertifikasi UKW, pembenahan tata kelola administrasi yang transparan, serta penguatan advokasi dan perlindungan hukum bagi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Sementara itu, munculnya nama Mohot Lubis melengkapi peta persaingan yang diperkirakan berlangsung dinamis namun tetap demokratis dan berpedoman ketat pada Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI.

Ketua PWI Tabagsel H. Kodir Pohan menegaskan amanat konferensi tidak boleh tertunda meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Bacaan Lainnya

“Konferensi adalah keharusan dan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan. Kendala pendanaan akan kita selesaikan bersama pengurus dan panitia, namun agenda organisasi harus tetap berjalan,” ujarnya saat memimpin rapat pembentukan panitia beberapa waktu lalu.

Sekretaris Panitia Konferensi Yusrizal Nasution, yang disapa akrab Ucok Rizal menegaskan kesetaraan peluang bagi seluruh anggota yang memenuhi syarat.

“Kami memberikan ruang yang sama kepada siapa pun yang ingin maju, asalkan memenuhi seluruh ketentuan yang tertuang dalam AD/ART PWI. Proses verifikasi masih berlangsung dan penetapan calon resmi akan dilakukan sesuai mekanisme saat konferensi nanti,” jelasnya.

Meskipun belum mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah di tengah kebijakan efisiensi, panitia berkomitmen menyukseskan acara berkat gotong royong dan partisipasi anggota.

Hingga saat ini keempat nama yang disebut masih berstatus bakal calon, yang kelak akan diproses dan ditetapkan secara sah dalam sidang konferensi ke-IX PWI Tabagsel 2026. (Nas)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait