WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan – Menyusul berakhirnya masa bakti kepengurusan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) secara resmi membentuk panitia pelaksana Konferensi PWI ke-IX Tahun 2026. Keputusan ini diambil dalam rapat yang dihadiri 18 anggota di kantor sekretariat setempat, Senin (11/8/2026).
Ketua PWI Tabagsel H. Kodir Pohan, S.Sos., yang memimpin jalannya rapat, menegaskan konferensi merupakan amanat konstitusi sekaligus sarana resmi regenerasi kepemimpinan yang tak boleh ditunda pelaksanaannya, meski dihadapkan pada beragam kendala termasuk keterbatasan anggaran.
“Amanat organisasi harus segera dipenuhi. Pembentukan panitia adalah langkah awal agar seluruh rangkaian persiapan berjalan sistematis dan tepat waktu,” tegas Kodir Pohan.
Diskusi berlangsung terbuka dan demokratis. Anggota sepakat kepanitiaan disusun berbasis kompetensi dan komitmen kerja, bukan sekadar senioritas.
Keterlibatan wartawan muda juga didorong untuk menyegarkan dinamika organisasi, dengan tetap berpegang teguh pada Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga PWI.
Masalah pendanaan pun disepakati menjadi tanggung jawab bersama antara pengurus yang berakhir masa bakti dan panitia yang baru terbentuk.
Melalui musyawarah mufakat, rapat menetapkan Armansyah Nasution, S.H. sebagai Ketua Panitia Konferensi PWI Tabagsel ke-IX Tahun 2026.
Ia diberi mandat penuh untuk segera menyusun struktur kepanitiaan, membagi tugas pokok, serta menyelaraskan setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan nanti.
Konferensi mendatang akan mengombinasikan pengalaman para pendiri dan senior dengan semangat baru generasi muda, serta menjunjung tinggi asas transparan, akuntabel, dan demokratis.
Dukungan bulat peserta rapat atas terpilihnya Armansyah diharapkan menjamin terselenggaranya acara yang sukses, melahirkan kepemimpinan baru yang menjaga marwah profesi, sekaligus makin memperkokoh persatuan insan pers di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
Seluruh elemen berkomitmen menjadikan momen ini tonggak penguatan profesionalisme, penegakan kode etik, serta peningkatan peran strategis pers dalam mendukung pembangunan daerah. (r)


