WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Balai makam Raja Mangalaon Tua yang berada di Talobu, Pakantan Lombang, Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), direncanakan akan direhabilitasi sebagai upaya melestarikan peninggalan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan adat bagi masyarakat setempat.
Raja Mangalaon Tua, yang merupakan leluhur bermarga Lubis, diketahui sebagai pembuka perkampungan Pakantan atau dikenal dengan istilah Namarotap Banua. Makamnya diperkirakan telah berusia ratusan tahun dan menjadi salah satu peninggalan sejarah yang memiliki arti penting bagi masyarakat Pakantan.
Rencana rehabilitasi tersebut disampaikan Indra Surya Lubis dalam sebuah kegiatan adat yang digelar di Bagas Godang Pakantan Lombang, Senin (12/10/2026) sore.
Kegiatan itu dihadiri para raja, Namora Natoras, tokoh masyarakat, serta keluarga besar masyarakat Pakantan yang datang dari Medan dan sejumlah daerah lainnya.
Sejumlah keluarga besar Pakantan dari Medan yang hadir di antaranya Emir Rizal, Muhammad Ali Lubis, Firman Ahmad Nasution, Ali Ansyah Nasution, dan H. Muda Sakti Lubis.
Sementara itu, para pemangku adat Pakantan yang turut hadir antara lain Raja Gumanti Pirang di Bata, Parlindungan Lubis, serta Mangaraja Sondituo dari Bagas Godang Pakantan Lombang, bersama tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Pertemuan adat tersebut bertujuan meminta izin sekaligus menyampaikan niat untuk merehabilitasi balai makam Raja Mangalaon Tua. Dalam pertemuan itu, para raja, Namora Natoras, dan tokoh masyarakat Pakantan menyatakan dukungan terhadap rencana rehabilitasi tersebut.
Indra Surya Lubis mengatakan, rehabilitasi balai makam merupakan bentuk kepedulian masyarakat Pakantan dalam menjaga dan merawat peninggalan leluhur yang memiliki nilai historis serta menjadi bagian dari identitas adat masyarakat setempat.
Menurutnya, warga Pakantan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi melalui semangat gotong royong demi memperbaiki sekaligus melestarikan makam leluhur tersebut.
“Rehabilitasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian kita terhadap peninggalan leluhur. Kami berharap seluruh warga Pakantan, di mana pun berada, dapat bersama-sama membantu agar balai makam ini tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses rehabilitasi akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari perbaikan bangunan balai makam, jalan masuk, hingga gapura.
Rencana perbaikan tersebut dilatarbelakangi kondisi bangunan yang mulai mengalami kerusakan. Bagian atap dan sejumlah elemen kayu pada balai makam dilaporkan telah mengalami pelapukan sehingga membutuhkan perbaikan agar bangunan tetap terpelihara dengan baik.
Indra berharap, melalui dukungan dan partisipasi masyarakat, proses rehabilitasi dapat terlaksana sesuai rencana. Dengan demikian, peninggalan sejarah tersebut dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Kegiatan adat itu juga dirangkaikan dengan pengiriman doa bagi arwah para leluhur, ulama, serta anggota keluarga yang telah meninggal dunia, khususnya Raja Mangalaon Tua Lubis yang diketahui sebagai pembuka perkampungan Pakantan.
Rehabilitasi balai makam tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) dan akan dikerjakan secara bertahap. (Nir)
