WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Wings Air secara resmi menghentikan layanan penerbangan yang menghubungkan Bandara Internasional Kualanamu (KNO) Medan dengan Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JHN) Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina).
Penerbangan terakhir pada rute tersebut beroperasi pada 23 Agustus 2026, setelah hanya berjalan sekitar tiga pekan.
Kasatpel Bandara JHN Bukit Malintang, Doni Romandika, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil lantaran tingkat keterisian kursi (load factor) penumpang belum memenuhi standar minimal yang ditetapkan manajemen maskapai, yaitu 50 persen. Sementara realisasi di lapangan hanya berada di kisaran 30 persen.
“Kami sangat memahami pertimbangan pihak maskapai. Mengingat harga avtur yang terus merangkak naik dan orientasi bisnis yang harus dijaga, tentu keputusan ini dapat dimaklumi,” ujar Doni, Rabu (28/10/2026).
Manajemen Wings Air telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Bupati Madina. Namun hingga saat ini, belum ada pembahasan lanjutan terkait rencana pembukaan kembali rute tersebut dalam waktu dekat.
Terkait gagasan sebelumnya dari Wakil Bupati Madina untuk memanfaatkan rute JHN–KNO bagi keberangkatan jemaah umrah, Doni menilai ide tersebut sebenarnya sangat potensial. Namun, sosialisasi dinilai belum berjalan optimal sejak awal.
“Seandainya sosialisasi digencarkan sejak awal, para jemaah umrah bisa memaksimalkan rute penerbangan langsung ke Kualanamu ini, yang tentunya jauh lebih efisien dari segi waktu dan biaya,” jelasnya.
Meski demikian, hingga saat ini nama rute tersebut masih terlihat dan dapat diakses di sejumlah platform pemesanan tiket daring, termasuk BookCabin, Traveloka, Tiket.com, Trip.com, dan Agoda.
Hal ini menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat terkait status ketersediaan penerbangan yang sebenarnya. Masyarakat diimbau senantiasa memastikan jadwal keberangkatan terbaru melalui saluran resmi maskapai sebelum melakukan pemesanan. (Dedi)






