“Suara Kami Bukan Barang Dagangan”, Kodir Pohan Tegaskan Prinsip Pemimpin PWI Sumut ke Depan

WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan — Pemilik suara dalam Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara menegaskan, pemilihan Ketua PWI Sumut periode mendatang yang akan digelar November 2026 harus didasarkan pada integritas, kompetensi, rekam jejak, dan visi kepemimpinan. Dukungan tidak boleh didorong oleh popularitas semata, tekanan pihak tertentu, maupun kepentingan kelompok.

Ketua PWI Tabagsel, Kodir Pohan, menyampaikan sikap tersebut di Padangsidimpuan, Jumat (16/10/2026). Ia menegaskan bahwa hak suara yang dimiliki bukan komoditas yang dapat diperjualbelikan atau dipertukarkan kepentingan.

“Suara kami bukan barang dagangan. Pilihan harus berdasarkan rekam jejak, integritas, kompetensi, visi, keberanian, dan kemampuan nyata calon dalam membangun organisasi,” ujar Kodir Pohan.

Calon Ketua PWI Sumut ke depan dinilai harus memiliki latar belakang jurnalistik dan pengalaman organisasi yang jelas, konsisten menjunjung Kode Etik Jurnalistik, serta mampu menjaga marwah profesi wartawan. Selain penguasaan jurnalistik, calon juga diharapkan memahami dinamika pers di era digital agar organisasi mampu beradaptasi menghadapi perubahan zaman.

Pemilik suara juga menekankan pentingnya independensi kepemimpinan. Ketua PWI Sumut tidak boleh mudah dipengaruhi kepentingan politik, kekuasaan, maupun kepentingan bisnis tertentu. Sebaliknya, ia harus berani memperjuangkan kemerdekaan pers dan perlindungan profesi dengan tetap berpegang pada hukum serta etika jurnalistik.

Kemampuan mempersatukan seluruh anggota juga menjadi tolok ukur utama. Pemimpin terpilih diharapkan mampu merangkul semua elemen organisasi dan tidak menjadikan PWI sebagai alat kepentingan kelompok.

Dari sisi manajemen organisasi, calon ketua harus memiliki kemampuan manajerial, jejaring yang luas, serta komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas. Pengelolaan keuangan, administrasi, program kerja, dan kebijakan organisasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada seluruh anggota.

Bacaan Lainnya

Pemilik suara juga menaruh harapan agar ketua terpilih memiliki program nyata untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan wartawan. Hal ini mencakup pendidikan jurnalistik berkelanjutan, fasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW), perlindungan hukum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi anggota.

“PWI Sumut membutuhkan pemimpin, bukan sekadar pengurus; pemersatu, bukan pemecah; pejuang pers, bukan pencari kepentingan; serta pelayan anggota, bukan penguasa organisasi,” tegas Kodir Pohan.

Oleh karena itu, hak suara dalam konferensi nanti akan digunakan secara bertanggung jawab dengan menimbang kapasitas, rekam jejak, dan visi masing-masing calon. Konferensi PWI Sumut diharapkan melahirkan kepemimpinan yang memperkuat organisasi, menjaga kemerdekaan pers, serta meningkatkan kualitas profesionalisme wartawan di Sumut. (r)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait