WARTAMANDAILING.COM, Medan – Untuk keempat kalinya, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman(Kadis Perkim) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Makmur Harahap diperiksa di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Informasi yang dihimpun, Kadis Perkim Paluta, Makmur Harahap memenuhi panggilan untuk diperiksa keempat kalinya, oleh tim jaksa Intel Kejatisu pada Kamis 17 April 2020. Dia diperiksa tim jaksa Kejatisu terkait tahap penyelidikan dugaan korupsi atau Mark up yakni anggaran pembelian lahan Pemkab seluas 3,9 hektar senilai Rp3,1 Miliar di Batang Baruar Jae, Kecamatan Padangbolak, Kabupaten Paluta, bersumber dari APBD Tahun 2019.

Sebelumnya, Kadis Perkim Paluta juga telah tiga kali dipanggil dan diperiksa pada bulan Januari, Februari dan Maret. Selain Kadis Perkim Paluta, tim jaksa Intel Kejatisu juga telah panggil dan periksa Kabid di Dinas Perkim Paluta, PPK, pemilik lahan/tanah dan penjual lahan/tanah. Tim appraisal mangkir dari panggilan pertama.

Penyelidikan dilakukan tim jaksa Intel Kejatisu berdasarkan laporan pengaduan dari mahasiswa, sesuai dengan nomor 074/B5/LDK/GPM-SU/XI/2019 Tanggal 27 November 2019.

Berdasarkan laporan pengaduan, Kepala Kejatisu Amir Yanto memerintahkan Asintel Andi Murji Machfud dan tim jaksa Intel diketuai Rismaidi SH untuk melakukan penyelidikan hingga tuntas.

Dalam laporan dugaan korupsi atau Mark up anggaran pembelian lahan Pemkab, mahasiswa menyeret keterlibatan Bupati Paluta Andar Amin Harahap atas perbuatan ‘anak buahnya’ Kadis Perkim Paluta.

Kasi Intel pada Intelijen Kejatisu, Rismaidi SH ketika dikonfirmasi Warta Mandailing via WhatsApp, membenarkan pihaknya kembali dan keempat kalinya memeriksa Kadis Perkim Paluta, Makmur Harahap pada Kamis 17 April 2020.

”Iya dek,” jawab Rismaidi yang juga ketua tim penyelidik melalui Whatsapp kepada awak media, Senin (27/4/2020)

Disinggung apakah pihaknya ada rencana memanggil dan memeriksa Bupati Paluta Andar Amin Harahap, karena diduga mengetahui dan bertanggungjawab atas perbuatan anak buahnya. Rismaidi mengatakan, dirinya kordinasi atau bertanya ke tim penyelidik.

”Saya tanya ke tim dulu ya,” jawab Rismaidi terkait adanya rencana pemeriksaan Bupati Paluta.(Sadar H Daulay)