Bangunan Ka'bah, tanah suci umat Islam, di Makkah, Arab Saudi, dikosongkan dari jamaah umrah di tengah pandemi COVID-19, 6 Maret 2020. Foto/REUTERS/File Photo

WARTAMANDAILING.COM, Jakarta – Menjalankan ibadah haji atau umrah menjadi panggilan bagi umat Islam. Bahkan tak jarang Muslim yang sudah pernah ke tanah suci rindu untuk kembali.

Setiap jemaah umrah atau haji memiliki kisah menarik yang di alami selama di tanah suci. Seperti kisah yang viral belakangan ini yang dialami oleh seorang yang berprofesi sebagai dukun.

Dilansir dari umma, melalui akun YouTube, Muhammad Sofi AW menceritakan kisah seorang dukun asal Indonesia saat menjalankan ibadah umrah. Kisah tersebut terjadi pada tahun 2012. Sofi AW adalah warga negara Indonesia yang sudah menetap di Arab Saudi sejak tahun 2009. 

Sofi kerap membantu jemaah asal Indonesia yang umrah di tanah suci Mekkah. Ketika di tahun 2012, ada seorang jemaah yang ternyata berprofesi sebagai dukun.

Dukun tersebut diberangkatkan umrah oleh seorang pejabat di kotanya. Saat pemilu pejabat ini menjanjikan akan memberangkatkan umrah orang-orang yang membantunya saat pemilu. 

Begitu terpilih, sang pejabat menepati janjinya. Dia memberangkatkan sejumlah orang termasuk dukun tersebut ke Tanah Suci untuk ibadah umrah.  

Di luar dugaan, dukun tersebut justru meminta pulang begitu tiba di Madinah. Kepada Sofi, dukun ini meminta pulang karena takut anak-anaknya mencari dirinya yang sudah tidak pulang beberapa hari.

Sofi menyampaikan bahwa dukun itu sudah berada di Madinah. Namun dukun tersebut tidak percaya sudah berada di Madinah. Dukun itu ternyata merasa masih berada di kota tempatnya tinggal di Indonesia.

Bahkan dukun ini mengatakan sering melewati hotel yang ada di Madinah menggunakan ojek. Dukun ini mengira hotel itu adalah hotel di kota tempatnya tinggal. 

Sofi kaget mendengar perkataan dukun itu. Ia menanyakan apakah dukun itu pernah ke Madinah sebelumnya. Jawabannya belum. 

“Tapi orangnya ngotot tak percaya berada di Madinah. Saya sampai jengkel ini orang kenapa. Teman-temannya meyakinkan tetap tidak percaya,” kata Sofi. 

Sofi lalu membawa dukun itu sholat di Masjid Nabawi. Sampai di sana dukun tersebut masih tak menyadari sudah berada di Madinah. 

Hal sama terjadi saat di Makkah. Dukun ini melaksanakan ibadah tawaf sa’i menggunakan kursi roda karena takut dukun ini hilang tersasar.

Setelah tawaf sa’i di Makkah, dukun juga tidak menyadarinya. Dukun ini merasa ia hanya keliling di kota tempatnya tinggal menggunakan sepeda. Ia lalu mengajak dukun ini Shalat Asar di Masjidil Haram di depan Kakbah.

“Di depan Kakbah saya nasehatin tuh bapak mulai saat ini bapak berhenti dan bertobat. Di depan mata bapak ini Kakbah kiblat kita. Saya suruh berhenti peralatannya dibuang,” kata Sofi. 

Mendengar perkataan Sofi, dukun ini marah. Ia tak bersedia membuang peralatan dukunnya karena mengaku menggunakan Alquran.

Saat makan malam bersama jemaah lain, Sofi mengatakan bahwa sudah membawa dukun itu sholat di depan Kakbah. 

“Ditanya sama temannya gimana sudah melihat Kakbah kan? Melihat Kakbah gimana saya cuma ditunjukkan gambarnya saja,” kata Sofi menirukan jawaban si dukun. 

Dukun itu baru sadar berada di Tanah Suci saat melaksanakan tawaf wada atau tawaf pamitan.

“Waktu tawaf pamitan karena khawatir hilang saya pegang saya gandeng tangannya. Setelah selesai bapak ini bilang Alhamdulillah kita sampai juga di Kota suci Mekkah bisa umrah,” ujar Sofi.

Sumber: umma