Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution Tinjau TPA Batang Gadis (foto: Kominfo Madina)

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Khasmir beserta sejumlah pejabat lainnya meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Rabu (24/11/2021).

Dalam peninjauan itu terlihat kondisi sampah yang tidak terurus. Bahkan sampah sudah mulai berserakan di jalur ke TPA. Kondisi ini sempat membuat warga memblokir jalan ke TPA.

Selain itu, terungkap bahwa alat pemilah sampah yang telah ada sejak pertengahan tahun 2000 sampai hari ini tidak pernah digunakan.

Dari bincang-bincang Wakil Bupati bersama Kadis DLH diketahui bahwa sejak TPA ini dibangun pada tahun 2005 sampai hari ini belum ada upaya pengolahan sampah.

Menanggapi berbagai persoalan dalam penanganan sampah ini, Wakil Bupati menyampaikan akan mengadakan rapat penanganan sampah dalam minggu ini.

“Kita akan adakan rapat penanganan sampah dalam minggu ini,” kata Atika.

Terkait langkah yang akan diambil pemerintah menyikapi kondisi sampah di TPA ini, Atika menyampaikan, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

“Ini sangat teknis dan kompleks. Saya belum bisa memberikan keterangan. Insyaallah, setelah rapat dengan instansi-instansi terkait kita akan sampaikan ke publik,” jelasnya.

Muhammad Yusuf, salah satu warga desa Batang Gadis pada kesempatan itu menuturkan, masyarakat sangat terganggu dengan sampah yang dibongkar sembarangan.

“Ini, kan, bukan TPA, tapi jalan ke TPA. Sampah yang dibongkar di jalan ini sangat menggangu warga yang berkebun di sini,” katanya dihadapan Wakil Bupati.

Ia menambahkan kondisi ini yang membuat warga melakukan blokade.

“Sudah berkali-kali kita keluhkan. Blokade juga pernah kita lakukan sebelumnya, tapi sampah tetap dibongkar di jalan ini,” terangnya.

Warga lainnya, Raja, menambahkan tidak terurusnya saluran air sampah berdampak pada tanaman warga di sekitar lokasi.

“Air sampah yang tidak mengalir dengan baik berakibat pada matinya beberapa tumbuhan warga di sekitar lokasi,” katanya.

Warga berharap pemerintah memperhatikan pengelolaan sampah di TPA sehingga ke depan tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat. (r)