Zakaria, Pria Penderita Gagal Ginjal Butuh Bantuan Dana untuk Cuci Darah

  • Bagikan
Butuh uluran tangan dermawan, Zakaria penderita gagal ginjal warga Kabupaten Madina terbaring lemas di kediamannya [fhoto: Syahren]

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Zakaria, pria berusia 32 tahun penderita penyakit gagal ginjal, lemas tak berdaya karena tak punya biaya untuk berobat. Pemuda ini anak dari pasangan almarhum Malan dan ibunya Yayan warga Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Yayan (65), ibunda Zakaria mengaku, bahwa penyakit gagal ginjal yang diderita anaknya sejak beberapa bulan yang lalu. Saat ini Zakaria butuh bantuan dana untuk biaya cuci darah.

“Kehidupan yang serba kekurangan, saya tidak punya uang untuk membiayai perawatan cuci darah anak saya,” ungkap Yayan pada Minggu (28/8/2022).

Ia menjelaskan, kalau Zakaria sudah pernah dibawa berobat ke dokter spesialis di Rumah Sakit Umum (RSU) Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Itupun lantaran adanya bantuan dari warga.

“Hasil pemeriksaan di RSU Simpang Empat, dokter menyarankan harus dilakukan cuci darah. Namun karena keterbatasan biaya berobat, akhirnya Zakaria kami bawa pulang,” imbuhnya.

Diceritakan Yayan, kondisi anaknya saat ini semakin parah, badannya lemas tak berdaya dan suhu badannya tinggi. Setiap hari Zakaria meringis menahan kesakitan.

“Saya bingung gimana caranya saya bisa membawa anak saya berobat, dan bisa sembuh seperti sedia kala,” harapnya.

Sementara, menurut penuturan salah seorang warga setempat yang sudah berupaya membantu keluarga Zakaria mulai dari penggalangan dana hingga pengurusan surat-surat yang diperlukan berharap ada perhatian dari pemerintah maupun para dermawan.

“Semoga ada perhatian dari pemerintah dan juga para dermawan yang dapat membuka jalan agar Zakaria bisa segera mendapat perawatan sehingga bisa kembali sembuh dari penyakit gagal ginjal yang dideritanya,” pungkas Yaslan warga setempat. (Syahren)

  • Bagikan