WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)terus memperkuat sinergi pembangunan di sektor pertanian dan perikanan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2026 untuk periode bakti 2026–2031, yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Tapsel, Sipirok, Senin (18/5/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Tapsel, Jafar Syahbuddin Ritonga, mewakili Bupati Gus Irawan Pasaribu.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah serta memegang peran vital dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat luas.
Ia mengakui, Kabupaten Tapanuli Selatan sempat menghadapi tantangan berat akibat bencana alam yang melanda pada November 2025 lalu, yang berdampak langsung pada 14 dari 15 kecamatan yang ada.
Meski demikian, semangat untuk bangkit tidak luntur, bahkan semakin dikukuhkan lewat peningkatan produksi dan penerapan inovasi pertanian.
“Melihat kondisi dampak bencana tersebut, sebenarnya kita bisa saja menyerah. Namun semangat Pak Bupati luar biasa untuk terus mendorong kebangkitan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Wabup.
Pemerintah daerah pun telah menyusun sejumlah program strategis untuk memulihkan dan mengembangkan sektor pertanian. Salah satunya adalah kerja sama pembiayaan permodalan dengan Bank Sumut melalui skema kredit pertanian bunga 0 persen, yang disiapkan khusus bagi petani jagung.
Program ini diharapkan mampu mendongkrak produksi jagung daerah, sekaligus memenuhi kebutuhan pakan ternak serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Tak hanya itu, kolaborasi juga dijalin dengan berbagai pihak, mulai dari kerja sama pengembangan kawasan jagung bersama Polri, hingga dukungan dari Bank Indonesia berupa bantuan benih padi unggul varietas Gamagora. Varietas ini diketahui memiliki potensi hasil panen yang sangat menjanjikan, mencapai 9,6 ton per hektare.
“Langkah-langkah ini membuktikan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian. Kami berharap KTNA dapat bergerak menjadi motor penggerak di lapangan, sehingga manfaatnya benar-benar terasa langsung oleh para petani,” tambahnya di akhir sambutan, seraya secara resmi membuka kegiatan rembug paripurna tersebut.
Wabup Jafar berharap KTNA semakin solid dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang maju dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina KTNA Tapanuli Selatan, H. Syahrul M. Pasaribu, menegaskan bahwa KTNA memiliki posisi strategis sebagai wadah perjuangan petani dan nelayan dalam memperjuangkan kepentingan para pelaku utama pertanian.
Menurutnya, organisasi ini bukan sekadar wadah formal, melainkan kekuatan nyata yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil di lapangan.
“KTNA harus mampu memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas penyuluhan, serta membangun kerja sama lintas sektor. Tujuannya satu: agar pertanian Tapanuli Selatan semakin maju dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.
Dari tingkat provinsi, Ketua KTNA Sumatera Utara, Ir. Purnama Dewi Daulay, mengingatkan bahwa KTNA adalah organisasi yang lahir dari, oleh, dan untuk petani sejak tahun 1971. Ia mengajak seluruh pengurus di tingkat kabupaten untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan berbagai program unggulan.
Ia juga menyampaikan informasi mengenai rencana pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) KTNA yang akan digelar di Gorontalo pada 20–25 Juni mendatang.
Ajang ini menjadi momen penting berbagi inovasi dan pengalaman antar petani se-Indonesia. Ia sangat berharap Tapanuli Selatan dapat mengirimkan perwakilan petani terbaik untuk tampil dan mempromosikan inovasi pertanian daerah di ajang nasional tersebut.
“Kami ingin Tapanuli Selatan aktif membawa wajah baru pertanian daerah ke tingkat nasional,” ungkap Ir. Purnama Dewi Daulay.
Sementara itu, Ketua KTNA Tapsel, Juang Pakpahan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rembug Paripurna ini merupakan agenda rutin organisasi, sekaligus momen penertiban administrasi dan pemilihan kepengurusan baru mengingat masa jabatan pengurus lama telah berakhir.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tapsel dan Dinas Pertanian atas dukungan penuh yang diberikan hingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
“KTNA lahir dari kelompok tani, tumbuh berkembang di tingkat kecamatan hingga kabupaten dan nasional. Organisasi ini berdiri atas kemauan dan kekuatan petani sendiri, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” ucap Juang Pakpahan.
Ia juga menegaskan peran KTNA sebagai pelaku utama pertanian, didukung organisasi mitra yang berfungsi melakukan advokasi dan pembinaan demi memperkuat ekosistem pertanian daerah.
Acara Rembug Paripurna ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Tapanuli Selatan Muhammad Rawi Ritonga, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, jajaran pejabat Dinas Pertanian Kabupaten, pengurus KTNA dari seluruh kecamatan, penyuluh pertanian, tokoh petani, serta para undangan lainnya. (r)






