WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-58 Tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, di Lapangan Bola Biru Bagusi, Desa Biru, Kecamatan Aek Bilah, pada Kamis malam (21/5/2026).
Acara berlangsung semarak dan kental dengan nuansa religius, dihadiri ribuan warga serta kafilah lengkap yang mewakili 15 kecamatan se-Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kehadiran kontingen lintas agama dari HKBP dan GKPA turut mewarnai suasana, menjadi simbol nyata kerukunan, toleransi, dan keharmonisan yang hidup kuat di tengah masyarakat Tapsel.
Ajang tahunan ini mengusung tema “MTQ ke-58 sebagai Momentum Tapanuli Selatan Bangkit Menuju Generasi Qur’ani yang Unggul dan Berkarakter”, yang ditegaskan Bupati sebagai refleksi semangat kebangkitan daerah pascabencana sekaligus langkah strategis membangun karakter generasi muda yang religius dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Gus Irawan menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar seremoni tahunan atau ajang perlombaan mencari juara, melainkan wadah strategis untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam sendi kehidupan bermasyarakat.
“Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Maka, membaca, mempelajari, mendalami, hingga mengamalkan isinya adalah bagian dari ibadah kepada Allah SWT,” ujar Gus Irawan di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan ajang ini sarana memperkuat karakter anak bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.
Pemilihan Kecamatan Aek Bilah sebagai tuan rumah kali ini memiliki makna khusus. Menurut Bupati, lokasi ini bukan hanya menjadi pusat syiar Islam, melainkan momentum emas untuk mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan seluruh warga Tapsel.
“Kegiatan ini harus menjadi tonggak kebangkitan kita, menuju generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter, dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya, disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.
Menyentul kondisi daerah, Gus Irawan mengingat kembali musibah banjir bandang dan longsor besar yang melanda sejumlah wilayah pada 25 November 2025 lalu.
Ia menyebutkan, dari 15 kecamatan yang ada, hanya Aek Bilah yang tidak terdampak langsung oleh bencana besar tersebut. Peristiwa itu memukul perekonomian daerah, di mana pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya berada di atas 5 persen, anjlok drastis menjadi sekitar 2,4 persen pada triwulan akhir tahun itu.
Kini, pemerintah daerah terus bergerak cepat melakukan pemulihan ekonomi dan perbaikan infrastruktur agar Tapsel dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.
Berbagai program strategis telah digulirkan, antara lain kerja sama dengan Bank Sumut menghadirkan skema bantuan permodalan dan kredit usaha dengan bunga nol persen hingga akhir tahun 2026 bagi warga terdampak.
Selain itu, ada program unggulan “Seribu Kolam” dan gerakan “Seribu Hektare Jagung” untuk menggenjot potensi pertanian, peternakan, dan perikanan daerah.
“Potensi kita di sektor ini sangat besar. Jika ada kendala permodalan, Bank Sumut sudah siap membantu dengan bunga ringan bahkan nol persen. Mari kita kerja keras memulihkan ekonomi keluarga dan daerah,” ungkapnya.
Isu strategis lainnya yang disorot Bupati adalah kondisi jalan provinsi koridor Sipirok–Arse–Aek Bilah yang rusak parah dan menyulitkan akses masyarakat.
Gus Irawan mengaku terus memperjuangkan perbaikan jalur vital ini ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, bahkan sempat sengaja mengajak Gubernur Sumatera Utara melintasi rute tersebut saat peresmian Jembatan Aek Sipange pada 5 Maret 2026 lalu.
“Saya sengaja menggiring Bapak Gubernur lewat jalan itu, supaya beliau melihat dan merasakan langsung kondisi jalan menuju Aek Bilah. Kami berharap perhatian pemerintah provinsi segera hadir demi kelancaran konektivitas warga,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Tapsel, Muhammad Rawi Ritonga, yang membacakan sambutan pimpinan dewan menilai, pelaksanaan MTQ kali ini mencatatkan sejarah baru karena digelar di salah satu kecamatan terjauh.
Hal ini dinilai sebagai bukti nyata pemerataan pembangunan dan perhatian pemerintah daerah, tidak hanya terpusat di wilayah pusat pemerintahan saja.
“Pemilihan lokasi ini menjadi semangat baru dan bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk seluruh warga, termasuk yang berada di wilayah pinggiran,” ujar Rawi Ritonga seraya berharap perbaikan jalan provinsi segera terealisasi.
Tokoh pembangunan Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu, juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Aek Bilah untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah.
Menurutnya, ini langkah maju yang menunjukkan pembangunan dan syiar Islam digalakkan merata di seluruh penjuru daerah.
Sementara itu, Camat Aek Bilah, Mangara Tambunan, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kepercayaan besar ini.
Ia menegaskan, seluruh elemen masyarakat di wilayahnya telah bersatu mempersiapkan segala keperluan, menjadikan MTQ bukan sekadar lomba, melainkan ajang menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Rangkaian pembukaan dimeriahkan dengan Pawai Ta’aruf yang digelar sore hari, pertunjukan tarian kreasi siswa SD Tolang, hingga penampilan kembang api yang menawan.
Kehadiran peserta lintas unsur dan agama semakin menegaskan semangat persaudaraan yang kian kokoh di Tapanuli Selatan.
Turut hadir dalam acara puncak ini Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, para Camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, perbankan, kepala desa, serta ribuan warga yang memadati lokasi acara. (Nas/r)






