Saluran Tersumbat Sampah Picu Banjir, DLH Madina Bergerak Cepat

Kabid Persampahan Andi Bugis turun langsung menangani sampah yang menyumbat saluran air di Pasar Lama Panyabungan, fhoto : Wartamandailing.
Kabid Persampahan Andi Bugis turun langsung menangani sampah yang menyumbat saluran air di Pasar Lama Panyabungan, fhoto : Wartamandailing.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Genangan air yang terjadi di kawasan Pasar Lama Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diduga akibat saluran drainase yang tersumbat sampah. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak berjalan lancar hingga meluap ke badan jalan dan area sekitar pasar, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan para pedagang.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mandailing Natal bergerak cepat dengan menurunkan personel dan peralatan untuk membersihkan saluran yang tersumbat. Petugas melakukan pengangkatan sampah serta material lain yang menghambat aliran air agar genangan dapat segera teratasi.

Petugas saat melakukan pengangkatan sampah.

Kepala DLH Madina, Birur Walidain, melalui Kabid Persampahan Andi Bugis, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Menurutnya, tumpukan sampah di saluran drainase masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan di sejumlah titik, terutama di kawasan yang padat aktivitas.

“Begitu mendapat informasi dari warga, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Kami berupaya memastikan saluran kembali berfungsi dengan baik sehingga genangan dapat segera surut,” ujar Andi Bugis, Rabu (3/6/2026).

Dalam proses pembersihan, petugas menemukan berbagai jenis sampah rumah tangga serta material lainnya yang terbawa arus dari hulu dan menumpuk di dalam drainase. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas saluran berkurang dan menghambat aliran air.

Selain melakukan penanganan di lapangan, DLH Madina juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke parit, drainase, sungai, dan saluran air lainnya. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci untuk mencegah terjadinya penyumbatan yang dapat memicu genangan maupun banjir.

Bacaan Lainnya

“Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Jika saluran air tetap bersih, risiko genangan akibat penyumbatan dapat diminimalkan,” tambahnya.

Dengan langkah cepat yang dilakukan, kondisi saluran di lokasi terdampak berangsur normal kembali. DLH Madina memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pembersihan berkala pada titik-titik yang berpotensi mengalami penyumbatan guna menjaga kelancaran aliran air dan kenyamanan masyarakat. (Has)

Contoh Gambar di HTML