Bumiku Semakin Panas

Karya: Tantawi Panggabean

Era demi era telah kita lalui bersama,
Masa kanak-kanak, masa transisi kehidupan.
Kala Bumi masih bersahabat penuh kasih bagi penghuninya,
Bagaikan surga yang terwujud di alam nyata.

Dahulu, pepohonan mengelus lembut menyapa kita,
Memberi sejuk dihembus angin yang berirama damai.
Kini, gergaji dan mesin berat menyapa dengan amarah,
Hutan yang melambai menyambut angin, kini berganti riuh gemuruh perusak.

Air tak lagi tertahan, mengalir lepas dari atas dan bawah,
Tak ada akar yang memeluk tanah, tak ada rimbun yang meneduhkan.
Suara gemerisik dedaunan sirna, tertimpa bunyi amarah mesin
Yang mengoyak struktur bumi hingga terluka dalam.

Ah…

Bumiku kini semakin panas!
Bumiku mendera, menyengat dalam ketidakpastian yang abadi.

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait