WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan – Perjalanan menuju Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang dulu memakan waktu berjam-jam lewat jalur darat kini bisa ditempuh sekitar 1 jam 20 menit.
Sejak 1 Agustus 2026, Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JHN) di Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), melayani penerbangan reguler langsung dari dan ke Bandara Internasional Kualanamu.
Rute ini dilayani Wings Air tiga kali seminggu, setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan pesawat ATR 72-500/600 berkapasitas sekitar 72 kursi.
Penerbangan IW-1218 berangkat dari Kualanamu pukul 13.00 WIB dan tiba di JHN pukul 14.20 WIB. Untuk kepulangan, pesawat lepas landas dari JHN pukul 14.45 WIB dan mendarat di Kualanamu pukul 16.05 WIB.
Harga tiket saat ini sekitar Rp886.000 sekali jalan, tersedia lewat situs layanan agen perjalanan resmi seperti Traveloka maupun agen resmi lainnya. Tiket terusan juga bisa dipesan bagi penumpang yang transit di Kualanamu.
Bagi wisatawan, kawasan ini menyimpan banyak daya tarik, di antaranya Taman Nasional di Madina, kawasan konservasi Hutan Batangtoru yang menjadi rumah orangutan, hingga Padangsidimpuan yang dikenal sebagai kota kuliner dan pusat oleh-oleh khas.
Nah, akses dari kota terdekat misalnya dari Panyabungan ke JHN jarak tempuh ± 40 menit, ongkos sekitar Rp30.000. Jika dari Padangsidimpuan ke JHN jarak tempuh sekitar 1 jam 27 menit, ongkos Rp40.000–50.000.
Perjalanan darat dapat menggunakan taksi, sewa mobil, dan agen travel lokal seperti CV Madina Utama Travel siap mengantar ke bandara di Desa Sidojadi, Kecamatan Bukit Malintang.
“Bandara JHN bukan lagi sekadar fasilitas penerbangan. Ia kini menjadi pintu gerbang pertumbuhan ekonomi baru bagi Madina dan seluruh kawasan Tabagsel,” ungkap Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi saat memimpin rapat koordinasi bersama Kepala Kantor Kemenhaj, perwakilan 25 travel umrah, pihak pengelola Bandara JHN, serta jajaran Dinas Perhubungan di Aula Kantor Bupati, Panyabungan, Senin (28/9/2026).
Dengan dukungan masyarakat dan bertambahnya jumlah penumpang, rute ini diharapkan terus berkelanjutan, mempererat silaturahmi, dan memperkenalkan keindahan Tabagsel kepada lebih banyak orang. (Dedi)


