Menu
Warta Mandailing

Pekerjaan Peningkatan Jalan Desa Gonting Julu-Gunung Baringin Diduga Asal Jadi

  • Bagikan
(Foto: Dok. Istimewa)

WARTAMANDAILING.COM, Padang Lawas – Badan Intelektual Mahasiswa Sumatera Utara (BIM-SUMUT) menyebut pekerjaan peningkatan jalan Desa Gonting Julu – Gunung Baringin, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas diduga asal jadi atau tidak sesuai spesifikasi yang ada.

Hal ini dikatakan Humas BIM-SUMUT, Afrizal Harahap, bahwa pada tahun 2018 Pemkab Padang Lawas mengalokasikan dana untuk pembangunan peningkatan jalan di desa gonting julu – gunung baringin Kecamatan Huristak lewat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Padang Lawas.

“Dana yang dialokasikan tersebut sebesar Rp 1.4 Miliyar dan dimenangkan oleh CV. Raihan Maju Bersama,” kata Afrizal kepada Warta Mandailing, Rabu (29/4/2020).

Dikatakannya lagi, berdasarkan hasil investigasi dilapangan bahwa pekerjaan tersebut diduga asal jadi, karna banyak sekali kekurangan, seperti pengurangan material, fisik jalan dan volume jalan tidak sesuai dengan yang ditenderkan sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

Selain itu juga, untuk pekerjaan drainase nya sendiri diduga asal-asalan karna pekerjaan tersebut dikerjakan pada saat kondisi berair atau dalam genangan air sehingga diragukan ketahanan serta kwalitas drainase tersebut.

“Saya selaku putra daerah melihat langsung mereka mengerjakan drainase ini sedang dalam kondisi berair, bahkan lebih mirisnya lagi pemenang tender yang dulunya CV. Raihan Maju Bersama sekarang setelah di buka LPSE Kabupaten Padang Lawas pemenangnya telah di ganti ke CV. Azmy,” beber Afrizal yang juga salah satu putra daerah Desa Gonting Julu.

“Oleh sebab itu, diduga mulai dari tahap pekerjaan hingga selesai, sudah terjadi perbuatan tindak pidana korupsi, dan kami dari BIM SUMUT akan melaporkan hal ini ke kejaksaan tinggi sumatera utara (Kejatisu),” pungkas Afrizal.

Sementara itu, pemenang tender (Cv.Raihan Maju Bersama) ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya mengatakan untuk pekerjaan drainase yang dalam kondisi berair itu hanya beberapa titik saja (tidak panjang) karna kedalamannya tidak sesuai.

“Makanya kami kerjakan dan untuk lebih lanjutnya saya konfirmasi dulu ke pekerjanya,” sebutnya.

Lalu, ketika disinggung untuk pergantian pemenang tender di LPSE dari atas nama CV. Raihan Maju Bersama menjadi CV. Azmy, diakuinya tidak mengetahui masalah itu.

“Konfirmasi aja ke dinas PU, saya tidak bisa jawab untuk permasalahan itu,” tandasnya. (Sadar H Daulay)

  • Bagikan