Menu
Warta Mandailing

Klarifikasi Keluarga Soal Kericuhan Saat Acara Syukuran di Desa Hiligodu Ombolata yang Sempat Viral

  • Bagikan

WARTAMANDAILING.COM, Nias Utara – Pihak keluarga dari pengantin perempuan memberi penjelasan atau klarifikasi atas kejadian saat syukuran di rumah mertua di Desa Hiligodu Ombolata pada Sabtu, 19 Maret 2022 lalu.

Acara syukuran keluarga PIN berlangsung sangat meriah dan luar biasa. Acara itu dilaksanakan di kediaman salah satu keluarga pengantin tepatnya di Hilihao Dahana, Dusun III, Desa Ombolata, Kabupaten Nias Utara.

“Mungkin ada yang mendengar atau melihat kejadian yang tidak kita inginkan pada saat acara syukuran kemarin. Sebenarnya tidak ada masalah dari pihak keluarga laki-laki (Bpk/Ibu KR) maupun pihak perempuan (Bpk/Ibu T), hanya saja anak kecil yang hadir pada saat itu dalam keadaan mabuk, setelah kami beri pelajaran maka terdiamlah mereka. kami sangat mendukung acara syukuran ini,” pungkas EST mewakli keluarga pihak pengantin.

Paman dari pihak laki-laki pun memberi motivasi dan himbauan kepada pasangan tersebut. “Ketika menetap diperantauan atau di kampung sendiri janganlah lupa akan kebaikan dan kelelahan orangtua,” katanya.

Berbagai dukungan mengalir pada saat itu, ada juga yang memberikan cendera mata baik dari para undangan maupun keluarga dekat .

“Sungguh sangat baik rencana Tuhan atas perjuangan pasangan yang merayakan syukuran hari ini, mungkin tidak pernah terbayangkan bahwa sejak kepergian mereka diperantauan, mungkin tujuan mencari pekerjaan, suatu perubahan atau kemajuan perjalanan hidup bukan karna tidak baik tinggal disini tapi mungkin karna suatu keterbatasan, ternyata rencana Tuhan mempertemukan mereka, kita percaya bahwa semua itu bukan karna kekuatan mereka sendiri. Dalam mempertahankan rumah tangga, atau kekeluargaan harus ingat kebaikan dan pertolongan Tuhan dan jangan pernah putus asa.,” ujar Pendeta yang berkhotbah saat itu.

Demikian halnya juga disampaikan Kepala Desa setempat, ia memberi pesan kepada kedua pengantin bahwa dalam berumah tangga itu, laki-laki adalah kepalanya Kristus dan perempuan kepalanya laki-laki.

“Ini tidak bisa di ubah. Keberhasilan laki-laki adalah karna ada orang hebat dibelakangnya,” pungkas Kades.

Diketahui pasangan yang sudah menikah di Jakarta pada tahun 2017 itu menggelar acara syukuran. Dalam acara tersebut dihadiri oleh beberapa undangan, tokoh masyarakat desa, lingkungan, tokoh agama, tokoh pemerintah (Koramil 05 lahewa) dan keluarga dekat lainnya.

“Terimakasih banyak atas dukungan Bapak/Ibu saudara/sdri yang telah hadir mapun yang tidak sempat hadir. Semoga Tuhan yang maha esa memberi keberkahan dan kelimpahan kepada saudara sekalian. Dalam agenda – agenda seperti ini perlu kebersamaan, sehati sepikir. Kami sangat bersyukur dari awal sampai akhir acara ini berjalan mulus, baik dan sesuai yang kita harapkan,” ucap pengantin laki-laki.

“Dalam acara syukuran, perlu dilaksanakan dengan sebaik mungkin, agar pasangan tersebut diketahui Status hubungan pernikahan oleh tokoh pemerintah setempat, tokoh adat, tokoh agama dan para tokoh terkait sehingga di anggap sah dimata hukum,” tutupnya. (Yunius)

  • Bagikan