Tokoh Adat Tapsel–Madina Siapkan Laporan Dugaan Aktivitas Tambang di Asak Jarum

Aktivitas PETI marak di perbatasan Tantom -Siabu Tanah Ulayat Tapsel -Madina, fhoto : Istimewa.
Aktivitas PETI marak di perbatasan Tantom -Siabu Tanah Ulayat Tapsel -Madina, fhoto : Istimewa.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Sejumlah tokoh adat dari wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina) dikabarkan tengah menyiapkan laporan resmi terkait dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Asak Jarum yang berada di perbatasan kedua daerah tersebut.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang disebut-sebut mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan yang diduga masih berlangsung di kawasan itu. Para tokoh adat menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga berkaitan dengan nilai-nilai adat serta kelestarian sumber daya alam yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Menurut informasi yang berkembang, laporan tersebut akan disampaikan kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait guna mendorong penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan aktivitas pertambangan di kawasan Asak Jarum. Mereka juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Tokoh adat Tapanuli Selatan sekaligus Ketua Haruaya Mardomu Bulung, Kaslan Dalimunthe, menyebut pihaknya telah mengumpulkan berbagai informasi terkait dugaan aktivitas tambang ilegal di kawasan perbatasan tersebut.

Saat ditanya mengenai pihak-pihak yang akan dilaporkan, Kaslan menegaskan bahwa nama-nama yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal itu telah dikantongi. Mereka, kata dia, terdiri dari berbagai pihak yang memiliki peran berbeda dalam rantai aktivitas pertambangan.

“Mulai dari koordinator lapangan, pemilik alat berat, pemodal, pemasok bahan bakar minyak, hingga penampung emas dari wilayah tersebut sudah kami identifikasi. Semua informasi itu akan menjadi bagian dari laporan yang sedang kami siapkan,” ujar Kaslan, Minggu (14/6/2026).

Kawasan perbatasan Tapsel–Madina belakangan kembali menjadi sorotan publik menyusul berbagai laporan mengenai dugaan aktivitas tambang ilegal yang melibatkan puluhan alat berat dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Sebelumnya, aparat gabungan telah melakukan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah perbatasan tersebut serta mengamankan sejumlah alat berat dan sejumlah orang untuk menjalani pemeriksaan.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, mewakili tokoh adat Mandailing Natal Nanda Nasution gelar Baginda Mangaraja Enda Sakti yang turut terlibat dalam penyusunan laporan tersebut menegaskan bahwa langkah yang mereka tempuh bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai upaya mendorong penegakan hukum yang transparan serta memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

“Kami ingin memastikan kawasan ini terlindungi dari kerusakan yang lebih parah. Jika ada aktivitas yang melanggar hukum, maka harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar Nanda Nasution.

Masyarakat berharap laporan yang akan disampaikan tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait, sehingga persoalan dugaan tambang ilegal di kawasan Asak Jarum dapat ditangani secara tuntas dan tidak terus berulang di masa mendatang. (Has).

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait