Tak Terima Kru dan Peralatan Jadi Korban, PAPPRI Madina dan ISP Pasaman Barat Lapor Polisi

Pengurus PAPPRI Madina dan ISP Pasaman Barat dampingi korban penganiyaan dan perusakan sound system membuat laporan di Polsek Natal, fhoto : Istimewa.
Pengurus PAPPRI Madina dan ISP Pasaman Barat dampingi korban penganiyaan dan perusakan sound system membuat laporan di Polsek Natal, fhoto : Istimewa.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (DPC PAPPRI) Kabupaten Mandailing Natal bersama Ikatan Seniman Pasaman Barat (ISP) mendampingi para korban dugaan penganiayaan secara bersama-sama serta perusakan alat sound system untuk membuat laporan resmi ke Polsek Natal, Kecamatan Natal.

Korban yang melapor terdiri atas owner Jingga Audio beserta kru asal Pasaman Barat, serta artis penyanyi dan pembawa acara (MC) dari Mandailing Natal. Mereka melaporkan insiden yang terjadi pada Rabu malam, 22 Juli 2026, saat sedang mengisi acara hiburan dalam resepsi pernikahan di Desa Buburan, Kecamatan Natal.

Ketua DPC PAPPRI Madina, Mulyadi P. Jambak, membenarkan adanya dua laporan polisi (LP) yang telah diterima pihak kepolisian. Laporan tersebut masing-masing tercatat dengan Nomor STPL/15/VII/2026/SPKT/POLSEK NATAL/POLRES MADINA/POLDA SUMUT atas nama Rajingga Saputra Sahab bin H. Yulizar terkait dugaan perusakan, serta STPL/16/VII/2026/SPKT/POLSEK NATAL/POLRES MADINA/POLDA SUMUT atas nama Heru Nasakti bin Abd. Sani terkait dugaan penganiayaan secara bersama-sama.

“Ada dua laporan polisi yang kami sampaikan di Polsek Natal. Proses pelaporan berlangsung cukup panjang, dimulai sekitar pukul 17.30 WIB kemarin hingga selesai sekitar pukul 15.00 WIB hari ini,” ujar Mulyadi, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, peristiwa tersebut menimbulkan kerugian bagi para pekerja seni yang sedang menjalankan tugas profesional. Selain dugaan penganiayaan yang mengakibatkan luka pada beberapa korban, sejumlah perangkat sound system milik Jingga Audio juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Dalam proses pelaporan, jajaran DPC PAPPRI Madina bersama pengurus Ikatan Seniman Pasaman Barat turut hadir mendampingi para korban guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum. Pendampingan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memberikan perlindungan kepada anggotanya.

“Kami turut prihatin atas kejadian yang dialami rekan-rekan artis penyanyi, MC dari PAPPRI Madina, serta kerusakan alat sound system milik Jingga Audio dari Pasaman Barat. Kami mengecam keras tindakan yang tidak bertanggung jawab ini dan akan terus mengawal proses hukumnya hingga tuntas agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Mulyadi.

Bacaan Lainnya

Korban yang mendapatkan pendampingan meliputi owner Jingga Audio, para kru, artis penyanyi, serta MC yang merupakan anggota DPC PAPPRI Madina.

Sebelumnya, video kericuhan yang terjadi pada malam Kamis, 22 Juli 2026, saat pertunjukan musik berlangsung dalam resepsi pernikahan salah seorang warga Desa Buburan sempat viral di media sosial. Dalam insiden tersebut, sejumlah peralatan sound system milik Jingga Audio yang juga merupakan anggota Ikatan Seniman Pasaman Barat dilaporkan mengalami kerusakan.

Selain kerusakan peralatan, beberapa kru juga dikabarkan menjadi korban dugaan tindak kekerasan. Seorang pembawa acara (MC) yang merupakan anggota DPC PAPPRI Madina mengaku lehernya dicekik oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Peristiwa itu, menurut pengakuannya, terjadi sesaat setelah ia turun dari panggung bersama seorang artis penyanyi.

Mulyadi menegaskan, PAPPRI Madina akan terus memberikan dukungan moral maupun pendampingan hukum kepada anggotanya apabila menghadapi persoalan saat menjalankan profesinya sebagai insan seni.

Seluruh korban berharap laporan yang telah disampaikan dapat diproses secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, kasus dugaan penganiayaan secara bersama-sama dan perusakan alat sound system tersebut masih dalam penanganan Polsek Natal. (*)

Contoh Gambar di HTML