WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Pembina Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu, mendukung lahan pertanian di Tapanuli Selatan (Tapsel) terus dioptimalkan agar produktif dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama dalam proses pemulihan pascabencana penghujung 2025.
Hal itu disampaikan mantan Bupati Tapsel dua periode tersebut saat menghadiri penanaman jagung perdana di Desa Parau Sorat Sitabo-Tabo, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Selasa (25/8/2026).
Penanaman tahap awal dilakukan di lahan seluas 6 hektare. Areal itu ditargetkan berkembang hingga 50 hektare sampai akhir Oktober 2026 dengan melibatkan delapan kelompok di bawah koordinasi Amrianto Sihombing, Ketua Kelompok Tani Sahata.
Pengembangan usaha tani itu juga mendapat dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) nol persen dari Bank Sumut sebagai realisasi kerja sama dengan Pemkab Tapsel.
Syahrul mengatakan, penanaman jagung bukan sekadar kegiatan pertanian, tetapi bagian dari gerakan bersama memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Penanaman jagung ini merupakan perwujudan nyata dukungan terhadap program Pemkab Tapsel dalam membangun dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Ini bukan sekadar kegiatan tanam, tetapi bagaimana masyarakat ikut mengambil bagian dalam memastikan ketersediaan pangan,” ujar Syahrul.
Menurutnya, ketahanan pangan harus diwujudkan melalui langkah nyata, salah satunya dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia agar produktif, menghasilkan komoditas pangan dan memberikan nilai ekonomi bagi petani.
Ia mengapresiasi keterlibatan delapan kelompok yang menargetkan pengembangan areal hingga 50 hektare dari 6 hektare tahap awal. Target itu harus dikawal bersama agar terealisasi dan memberikan hasil yang baik bagi petani.
“Keselurahan target yang diprogramkan ini, harus dikawal bersama. Pemerintah, PPL, kelompok tani dan perbankan harus berjalan dalam satu arah. Jangan sampai petani hanya didorong untuk menanam, tetapi setelah itu tidak mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan,” katanya.
Syahrul menilai dukungan KUR nol persen dari Bank Sumut atas kerjasama dengan Pemkab Tapsel, menjadi salah satu faktor penting dalam membantu petani mengembangkan usaha.
“Yang paling penting adalah memastikan petani memperoleh hasil. Jangan hanya mengejar luas tanam. Kita harus bicara produktivitas, biaya produksi, kepastian pasar dan pendapatan petani. Kalau petani sejahtera, maka program ketahanan pangan juga akan kuat,” ujarnya.
Menurutnya, pascabencana, pemulihan daerah tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga harus menghidupkan aktivitas ekonomi melalui pertanian agar masyarakat kembali produktif dan pendapatannya meningkat.
“Pascabencana, program prioritas Pemkab Tapsel untuk ekonomi rakyat itu sangat tepat. Kita tidak boleh hanya berpikir bagaimana membangun kembali infrastruktur apa yang rusak,” katanya.
Tetapi, tambah Syahrul, harus memastikan masyarakat bisa kembali produktif. Pertanian harus bergerak, lahan harus ditanami dan ekonomi petani harus bangkit. Ini bagian dari percepatan pemulihan Tapsel.
Syahrul juga berharap penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan terhadap petani peserta tanam jagung, terlebih kegiatan tersebut menggunakan KUR dari Bank Sumut yang pada waktunya nanti harus dikembalikan.
Anggota DPRD Tapsel Mhd. Rawi Ritonga berharap areal pertanian di Desa Parau Sorat Sitabo-Tabo yang luasnya mencapai puluhan hektare dan berstatus Area Penggunaan Lain (APL) tersebut dapat terus dikembangkan.
Ia juga berharap pemerintah atasan turut membantu pembangunan infrastruktur, seperti jalan maupun penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pemerintahan desa setempat memberikan dukungan dan pendampingan.
Ketua KTNA Tapsel Juang Pakpahan menyambut baik penanaman perdana tersebut. Ia menilai pengembangan dari 6 hektare menuju 50 hektare merupakan langkah positif untuk meningkatkan produksi jagung di daerah.
“KTNA siap mendukung dan mendampingi petani agar program ini berjalan dan berkembang,” kata Juang.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Tapsel Taufik Batubara yang diwakili Koordinator BPP SDH Gandariama Hutasuhut menegaskan akan mengawal kegiatan tersebut hingga berhasil, apalagi pihak dinas pertanian turut merekomendasikan agar program ini mendapat KUR dengan bunga nol persen dari Bank Sumut.
Kegiatan itu turut dihadiri Tokoh Masyarakat Sipirok Narobi yang juga mantan Ketua KNPI Tapsel Saleh Sahban Hutasuhut, mantan Ketua Harian KONI Tapsel Zunaidi, Ketua KNPI Tapsel Abdul Rahman Al-Mandili Nasution alias Bung Menzet.
Hadir pula Pj. Kepala Desa Parau Sorat Sitabo-Tabo Ramli Sihombing, PPL Yansen Batubara dan tokoh masyarakat setempat.






