Hasil Tani Capai Puluhan Ton per Minggu, Jalan Puncak Sorik Marapi–Tambangan Justru Sulit Dilalui

Jalan puncak sorik marapi-tambangan sulit dilalui petani, fhoto : Wartamandailing.
Jalan puncak sorik marapi-tambangan sulit dilalui petani, fhoto : Wartamandailing.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Potensi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terbilang cukup besar. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dinikmati petani karena kondisi akses jalan yang sulit dilalui.

Setiap minggu, hasil pertanian dan perkebunan masyarakat dari wilayah tersebut mencapai puluhan ton. Komoditas yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari cabai, kol, bawang prei, berbagai jenis sayuran, gula aren, tomat, alpukat, kopi hingga bawang merah.

Tokoh masyarakat setempat, Darmin Pulungan, saat diwawancarai Wartamandailing.com, Jumat (11/9/2026), menyebutkan produksi setiap minggu antara lain cabai sekitar 1 ton, kol 5 ton, bawang prei 200 kilogram, berbagai jenis sayuran 500 kilogram, gula aren 1 ton, tomat 1 ton, alpukat 1 ton, kopi 1 ton, serta bawang merah sekitar 500 kilogram.

Melimpahnya hasil pertanian tersebut menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Namun, kondisi akses jalan yang menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian masih menjadi persoalan yang dikeluhkan petani.

Jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Puncak Sorik Marapi dengan Kecamatan Tambangan tersebut setiap hari dilalui masyarakat Desa Hutanamale dan warga dari wilayah sekitarnya.

Selain menjadi akses mobilitas masyarakat, jalan tersebut juga memiliki peran penting dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan dari sentra produksi menuju permukiman maupun pasar.

Kondisi jalan yang sulit dilalui membuat aktivitas masyarakat, khususnya petani, menjadi terkendala. Pengangkutan hasil pertanian yang seharusnya dapat dilakukan dengan mudah harus menghadapi kondisi jalan yang tidak memadai.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut dikhawatirkan turut meningkatkan biaya pengangkutan dan menyulitkan petani membawa hasil panen untuk dipasarkan.

Karena minimnya perbaikan dari pemerintah, para petani akhirnya setiap Jumat melaksanakan perbaikan dengan dana swadaya masyarakat.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut. Perbaikan akses dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung perekonomian masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan perkebunan.

Dengan potensi produksi pertanian dan perkebunan yang mencapai puluhan ton setiap minggu, masyarakat berharap akses jalan sepanjang sekitar 3 kilometer yang melintasi kawasan perkebunan warga tersebut tidak terus dibiarkan dalam kondisi sulit dilalui.

Hasil tani sudah melimpah, tetapi jika akses menuju pasar masih sulit, petani tetap menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. (Has)

Contoh Gambar di HTML