WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Tumpukan sampah terlihat mengotori jalan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Batang Gadis, Desa Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kondisi tersebut menuai sorotan warga dan dinilai mencerminkan buruknya tata kelola persampahan di daerah itu.
Warga Panyabungan, M.I. Nasution, Senin (14/9/2026), mengatakan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Madina dinilai belum mampu menangani persoalan sampah secara baik. Hal itu, menurutnya, terlihat dari tumpukan sampah yang bahkan telah mencapai ruas jalan Bukit Kamuning–Barbaran.
“Pemda Madina di bawah pimpinan Bupati Saipullah Nasution dinilai gagal menata kelola sampah di TPA Batang Gadis. Buktinya, sampah menumpuk hingga ke jalan Bukit Kamuning–Barbaran,” tegasnya.
Menurut M.I. Nasution, kondisi tersebut sangat ironis mengingat lokasi tersebut merupakan akses menuju TPA. Ia mempertanyakan bagaimana persoalan sampah dapat diselesaikan apabila sampah justru menumpuk di sepanjang akses menuju lokasi pembuangan akhir.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Madina, Birul Walidain, saat dikonfirmasi terkait tumpukan sampah di sepanjang jalan menuju TPA Batang Gadis mengatakan bahwa sampah tersebut akan diangkut ke lokasi penumpukan akhir.
Birul juga menjelaskan bahwa proses pengangkutan terkendala kondisi jalan menuju TPA yang saat ini rusak parah. Kondisi tersebut membuat armada pengangkut sampah kesulitan melintas dan berisiko mengalami kecelakaan.
“Itu akan kita angkut. Kondisi jalan ke dalam masih sangat sulit. Mohon dikasih waktu,” ungkap Birul Walidain, Senin (14/9/2026).
Dengan kondisi tersebut, persoalan sampah di sekitar akses TPA Batang Gadis kini tidak hanya menjadi persoalan kebersihan, tetapi juga menyangkut kondisi infrastruktur jalan yang turut menghambat proses pengangkutan sampah. (*)
