WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan — Insiden kebakaran mobil yang diduga mengangkut BBM bersubsidi secara ilegal di Desa Manunggang Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, yang menghanguskan empat unit warung milik warga, terus bergulir.
Sejumlah elemen masyarakat kini mulai memusatkan sorotan pada SPBU Manunggang yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, menduga kuat BBM yang diangkut merupakan hasil pelansiran dari pom bensin tersebut.
Pemerhati lingkungan Kota Padangsidimpuan, Yusuf Harahap, meminta kepolisian mengusut tuntas identitas pemilik mobil yang dimodifikasi menyimpan tangki berkapasitas sekitar 2 ton di dalamnya.
“Akibat praktik pelansiran BBM ini, masyarakat dan pemerintah pun menjadi korban. Dari sudut pandang hukum, ini tidak terlepas dari perbuatan melawan hukum, yakni dugaan penimbunan BBM untuk kepentingan pribadi,” tegas Yusuf, Kamis (22/10/2026).
Demikian juga, Ketua Umum DPP Gabungan Pergerakan Tapanuli (GAPERTA), Stevenson Ompu Sunggu, menegaskan perlunya pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak pengelola SPBU Manunggang dengan kode SPBU 14.227.312.
“Ini tidak terlepas dari dugaan adanya kelalaian bahkan kesengajaan dari pihak SPBU yang memberi ruang kepada pelaku pelansir BBM,” tandas Steven.
Ia juga meminta PT Pertamina segera melakukan investigasi internal terhadap operasional SPBU tersebut. “Bila terbukti ada kelalaian atau kesengajaan, Pertamina diminta segera mencabut izin operasional SPBU tersebut,” tegasnya.
Bangkai mobil terbakar yang kerap terlihat ikut antrian mengisi BBM di SPBU Manunggang itu dilaporkan telah dipindahkan ke Poslantas Pijorkoling sejak lusa kemarin.
Namun, warga melaporkan pemindahan tersebut dilakukan menggunakan mobil derek tanpa dikawal petugas kepolisian.
Berbagai elemen masyarakat terus mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada penyelidikan teknis semata. Mulai dari siapa sopir yang kabur, pemilik kendaraan, hingga kemungkinan adanya keterkaitan pasokan BBM dari SPBU terdekat harus ditelusuri.
Hingga kini, pihak kepolisian belum mengungkap identitas pemilik maupun sopir kendaraan yang melarikan diri pascakebakaran serta belum memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penyelidikan. (Dedi)






