WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah banjir ditunjukkan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dipimpin Ketua Partai Hanura Madina, Erman Nasution, bersama anggota DPRD Madina Khairul Anwar Hasibuan dan Zainal Arifin Simbolon serta jajaran partai, Hanura hadir menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir.
Turut hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal, Muksin Nasution.
Bantuan yang diserahkan berupa beras, minyak makan, telur, dan mi instan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah adalah Desa Pangaran Tonga, Kecamatan Panyabungan. Banjir yang menerjang desa tersebut pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB mengakibatkan kerusakan rumah warga serta merendam lahan persawahan dan kolam ikan milik masyarakat.
Kepala Desa Pangaran Tonga, Edi Sopyan, menyampaikan bahwa desa yang dipimpinnya dihuni sekitar 240 kepala keluarga (KK). Saat banjir terjadi, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 100 sentimeter atau satu meter. Derasnya arus banjir mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan.
Tidak hanya permukiman, sekitar 20 hektare areal persawahan dan kolam ikan milik warga turut terdampak. Akibat bencana tersebut, kerugian masyarakat ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Atas kepedulian tersebut, Edi Sopyan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Partai Hanura Madina, khususnya Erman Nasution bersama Khairul Anwar, Zainal Arifin Simbolon, serta seluruh jajaran partai yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Pangaran Tonga.
Ia berharap perhatian dan bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang saat ini masih berupaya bangkit dari dampak bencana banjir.
Lebih lanjut, Edi Sopyan mengungkapkan bahwa pascabanjir, pemerintah desa bersama masyarakat sempat mendirikan posko dan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak.
Namun, operasional dapur umum tersebut hanya berlangsung selama satu hari lantaran persediaan sembako di posko tidak lagi tersedia.
“Terakhir kaum ibu memasak pada Sabtu sore. Setelah itu, dapur umum tidak lagi berjalan karena tidak ada lagi sembako di posko,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan masyarakat tidak serta-merta selesai setelah air banjir surut. Warga masih harus menghadapi kerusakan rumah, kehilangan sumber penghidupan akibat rusaknya lahan persawahan dan kolam ikan, hingga keterbatasan kebutuhan pangan.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran Partai Hanura Madina bersama Erman Nasution, Khairul Anwar, dan Zainal Arifin Simbolon menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan.

Rumah warga yang terdampak banjir.
Bantuan dan perhatian dari berbagai pihak sangat diharapkan agar beban masyarakat terdampak banjir dapat diringankan. Sebab, bagi warga yang kehilangan sumber penghidupan akibat bencana, proses pemulihan membutuhkan dukungan dan perhatian berkelanjutan.
Nurani terpanggil, kepedulian bergerak. Sebab, di tengah bencana, kemanusiaan tidak boleh berhenti hanya ketika air mulai surut. (Has)
