WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan – Maraknya peredaran narkoba di Kota Padangsidimpuan memicu keprihatinan dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya mengancam masa depan generasi muda, keberadaan barang haram ini juga dinilai dapat merusak nilai agama, budaya, dan adat istiadat yang dijunjung tinggi masyarakat setempat.
Menjawab kegelisahan tersebut, masyarakat akan menggelar aksi damai besar-besaran bertajuk “Padangsidimpuan Bersatu Melawan Narkoba” pada Kamis, 4 Juni 2026.
Aksi yang bersifat terbuka dan mengundang partisipasi luas ini akan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kaum ibu, mahasiswa, pemuda, aktivis, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB, dengan titik kumpul di Pelataran Masjid Al-Abror, kemudian bergerak menuju lokasi aksi di depan Mapolres Padangsidimpuan.
Koordinator Lapangan, Steven, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan moral seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan, kehadiran dalam aksi ini adalah bagian dari upaya menyelamatkan generasi penerus dari kehancuran akibat jeratan narkoba.
“Kehadiran kita adalah bentuk jihad sosial dan moral untuk menyelamatkan anak-anak muda dari jeratan narkoba yang telah menghancurkan banyak keluarga. Aksi ini murni bertujuan mendukung pemberantasan narkoba serta membangun kesadaran bersama akan bahaya yang ditimbulkan,” ujar Steven.
Dalam seruannya, pihak penyelenggara mengundang seluruh warga yang peduli terhadap masa depan daerah untuk turut hadir.
Mulai dari kaum ibu majelis taklim, alim ulama, tokoh adat, pelajar, hingga aktivis sosial diajak bersatu padu memberikan dukungan moral dan doa agar Padangsidimpuan terbebas dari para pengedar, bandar, dan jaringan narkoba.
“Mari kita bersatu memberikan dukungan moral dan doa agar Kota Padangsidimpuan terbebas dari ancaman para pemasok, pengedar, bandar, dan seluruh jaringan peredaran narkoba yang masih berkeliaran di tengah masyarakat,” tambahnya.
Menyikapi pelaksanaan aksi ini, Steven juga mengimbau tegas kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, serta persatuan selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu, fitnah, atau upaya adu domba dari pihak-pihak yang tidak menginginkan gerakan moral ini berjalan sukses.
“Waspadalah terhadap segala bentuk upaya devide et impera dari pihak-pihak yang tidak menginginkan suara rakyat didengar. Aksi ini adalah aksi damai, aksi moral, dan aksi kepedulian bersama demi menyelamatkan generasi penerus,” tegasnya.
Aksi damai ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kolektif memerangi narkoba, serta mewujudkan Kota Padangsidimpuan yang aman, sehat, bersih dari narkotika, dan bermartabat.
“Mari bergandengan tangan, satukan langkah, kuatkan tekad. Demi Padangsidimpuan yang bersih dari narkoba, demi masa depan anak-anak kita,” pungkas Steven mengajak seluruh warga. (Nas)






