30 Jemaah Umrah Asal Madina Terlantar di Medan, Pimpinan Travel Sultan Andalus Diduga Menghilang

30 jemaah umroh asal Madina terlantar di kota Medan, fhoto : Istimewa.
30 jemaah umroh asal Madina terlantar di kota Medan, fhoto : Istimewa.

WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal — Sebanyak 30 jemaah umrah asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dikabarkan terlantar di Kota Medan setelah keberangkatan mereka menuju Tanah Suci diduga mengalami kendala.

Informasi tersebut disampaikan salah seorang jemaah melalui rekaman video yang diterima redaksi. Dalam keterangannya, jemaah tersebut menyebut rombongan menggunakan jasa Travel Sultan Andalus Aramain.

“Kami jemaah umrah asal Mandailing Natal ditelantarkan Travel Sultan Andalus Aramain,” ujar Erlina Wati jemaah tersebut dalam rekaman video. Selasa (18/8/2026).

Ia menjelaskan, rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang sebelumnya berangkat dari Masjid Nur Alan Nur, Madina, pada 16 Agustus 2026.

Setibanya di Kota Medan, para jemaah sempat beristirahat. Namun, pada 18 Agustus 2026, keberangkatan yang sebelumnya dijadwalkan sekitar pukul 10.00 WIB tidak kunjung terlaksana.

“Kami tunggu sampai pukul 12.00 WIB juga tidak berangkat. Sementara tas kami semua sudah diangkat ke bandara,” tuturnya.

Menurut pengakuan jemaah tersebut, mereka juga telah menyerahkan uang untuk ditukarkan ke mata uang riyal. Nilainya disebut sekitar Rp2,5 juta per paket dan diserahkan kepada pemimpin travel yang disebut bernama Ustaz Alwi Batubara.

Bacaan Lainnya

Jemaah kemudian menyebut rombongan dibawa ke bandara dengan rencana keberangkatan sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, hingga melewati waktu yang disebut sebagai batas check-in, keberangkatan belum juga terlaksana.

“Setelah kami sampai di bandara, rencana kami take off pukul 15.00 WIB. Sementara kami check-in paling lambat pukul 15.45 WIB harus berangkat dari bandara. Ternyata sampai sekarang pukul 16.00 WIB kami juga belum berangkat,” katanya.

Kondisi tersebut membuat puluhan jemaah, termasuk sejumlah lanjut usia (lansia), mengaku kebingungan dan terlantar di Kota Medan.

“Kini kami puluhan jemaah, terdiri dari beberapa lansia, ditelantarkan di Kota Medan,” ujarnya.

Ia mengaku sangat sedih dengan kondisi yang dialami rombongan. Pasalnya, sebelum berangkat, para jemaah telah menggelar hajatan dan meminta doa kepada keluarga serta sanak famili.

“Sedih rasanya, sebab sebelum berangkat kami sudah sempat melaksanakan hajatan sembari memohon doa dari sanak famili,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, para jemaah masih berada di sebuah hotel di Kota Medan sambil menunggu kepastian mengenai keberangkatan mereka.

“Kami sedang berada di hotel terlunta-lunta, menunggu kepastian yang tidak tahu kapan berangkat dan ke mana larinya owner Travel Sultan Andalus,” katanya.

Puluhan jemaah umroh asal Madina terlunta-lunta di kota Medan.

Pihak Travel Belum Memberikan Tanggapan

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Travel Sultan Andalus Aramain maupun Ustaz Alwi Batubara terkait keluhan dan tudingan yang disampaikan para jemaah tersebut.

Redaksi telah berupaya mengonfirmasi pihak Travel Sultan Andalus Aramain melalui pesan WhatsApp untuk memperoleh penjelasan dan klarifikasi terkait kondisi para jemaah serta tertundanya keberangkatan.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan yang disampaikan redaksi belum mendapat tanggapan dari pihak travel. (Has)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait