Kualitas Udara Tidak Sehat, Pemko Padangsidimpuan Tunda Rangkaian HUT ke-25

WARTAMANDAILING.COM, Padangsidimpuan — Pemerintah Kota Padangsidimpuan memutuskan menunda seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Padangsidimpuan.

Keputusan ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap, serta meningkatnya jumlah kasus gangguan pernapasan di masyarakat.

Penundaan ini disampaikan melalui siaran pers Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan warga menjadi pertimbangan utama dibandingkan pelaksanaan kegiatan seremonial.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas kita bersama,” tegas Wali Kota.

Hasil pemantauan kualitas udara di lima lokasi, seperti Puskesmas Padangmatinggi, RS TNI AD, Kantor Wali Kota, Pasar Kodok, dan Pasar Inpres Padangmatinggi menunjukkan konsentrasi partikulat PM2,5 berada pada kisaran 142–153 mikrogram per meter kubik.

Sementara itu, konsentrasi PM10 tercatat mencapai 358–401 µg/m³. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung di wilayah sekitar.

Data Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan juga mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selama periode minggu ke-33 hingga minggu ke-40 tahun 2026, tercatat sebanyak 1.771 kasus ISPA dilaporkan oleh puskesmas dan rumah sakit di wilayah kota.

Bacaan Lainnya

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek dalam rapat panitia pelaksana, pemerintah sepakat menunda seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kota sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.

Penjadwalan ulang akan dilakukan setelah kondisi kualitas udara dinilai membaik dan aman bagi masyarakat.

Pemko Padangsidimpuan menyampaikan pemahaman dan penghargaannya kepada seluruh warga yang telah menantikan peringatan hari jadi kota.

Meski kegiatan tertunda, pemerintah meyakini keputusan ini diambil demi kepentingan bersama.

Kepada masyarakat, pemerintah mengimbau agar tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diharapkan menjaga kesehatan keluarga dan senantiasa mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah.

Perhatian khusus diminta diberikan kepada kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. (Fahmi)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait