WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Kearifan lokal yang diusung semangat kebersamaan warga bersinergi sepenuhnya dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Riski Abadi Rambe, tokoh muda asal Desa Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat sekaligus Ketua Naposo Nauli Bulung (NNB) Tapsel, menyatakan dukungan tegasnya sejalan dengan sikap Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu.
Melalui jargon kearifan lokal “Pagar Nihuta” atau pagar desa, ia sepakat dengan pernyataan Bupati agar program MBG tidak dihentikan, mengingat dampak positifnya yang sangat besar bagi dunia pendidikan dan perekonomian desa.
“Kami sangat sepakat dengan Bupati. Program MBG ini jangan dihentikan, manfaatnya terasa nyata untuk sekolah dan masyarakat,” tegas Riski.
Untuk memastikan kesiapan dan tanggapan warga, Riski telah mengarahkan jajarannya melakukan pemantauan dan survei langsung ke sejumlah wilayah, termasuk ke SD Negeri 101228 Pargarutan, Kecamatan Sipirok yang berbatasan dengan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).
Dari hasil kunjungan tersebut, seorang warga bermarga Pulungan menyambut baik rencana pelaksanaan MBG meski program tersebut belum dimulai di daerah mereka.
Satu hal yang menjadi harapan warga, yaitu pengawasan harus diperketat agar penyelenggaraannya berjalan sesuai aturan dan terhindar dari penyimpangan yang sempat diberitakan di media massa.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 101228 Lismadiana Siagian beserta siswa juga menyatakan kesiapan dan dukungan penuh. “Kami siap bersinergi demi membangun Tapsel agar kembali bangkit dan maju,” ujarnya.
Lebih lanjut, Riski menjelaskan bahwa keberlanjutan MBG akan membuka perputaran ekonomi yang signifikan.
“Dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp400 miliar, ini harus dirasakan langsung oleh rakyat, terutama di desa-desa. Sudah saatnya anggaran negara dan daerah berdampak nyata bagi kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Ia juga melihat peluang besar bagi petani dan warga Tapsel. “Kami memiliki lahan yang luas. Hasil pertanian seperti beras, sayuran, hingga ikan bisa disuplai langsung ke dapur MBG dengan harga yang terjangkau dan terjamin kualitasnya, tanpa harus mengirim jauh ke kota,” tambahnya.
Menyikapi adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat, Riski menegaskan sikapnya, “Meski ada pro dan kontra, kami tetap berdiri teguh mendukung Bupati Gus Irawan Pasaribu agar program ini terus berjalan dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Tapanuli Selatan.” (Nas)






