WARTAMANDAILING.COM, Pekanbaru – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru resmi melantik kepengurusan baru periode 2026–2027 di Aula KPU Provinsi Riau. Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para tokoh, alumni, mahasiswa, serta tamu undangan.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Sekretaris IKANAS DPD Riau yang juga merupakan Penasehat IMA Madina Pekanbaru, Purn. AKBP Saparuddin Nasution, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjaga solidaritas organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta menjadikan IMA Madina Pekanbaru sebagai wadah yang bermanfaat bagi mahasiswa Mandailing Natal di Kota Pekanbaru.
Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah organisasi. Mengusung semangat “Satu Tekad, Satu Langkah”, seluruh pengurus berkomitmen membawa IMA Madina Pekanbaru menjadi organisasi yang lebih maju, adaptif, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Demisioner Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru periode 2025–2026, Gusti Pardamean Nasution, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan kepengurusan baru. Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kepengurusan boleh berganti, tetapi semangat pengabdian kepada organisasi harus tetap hidup. Jadikan IMA Madina Pekanbaru sebagai rumah besar bagi seluruh mahasiswa Mandailing Natal di Kota Pekanbaru. Saya berharap kepengurusan periode 2026–2027 mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kaderisasi, menjaga marwah organisasi, serta membangun sinergi dengan seluruh elemen demi kemajuan IMA Madina Pekanbaru. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus periode 2025–2026 atas dedikasi dan perjuangan selama masa kepengurusan. Semoga estafet kepemimpinan ini membawa organisasi menjadi semakin maju, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Minggu (19/7/2026)
Ia juga menegaskan bahwa meskipun telah demisioner, dirinya tetap berkomitmen memberikan dukungan, masukan, dan pemikiran kepada kepengurusan baru demi keberlangsungan dan kemajuan organisasi.
Sementara itu, Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru periode 2026–2027, Frendi Hermawan Nasution, menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi menjadi lebih berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Kepengurusan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami berkomitmen membangun IMA Madina Pekanbaru menjadi organisasi yang semakin solid, produktif, melahirkan kader-kader berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa, masyarakat, dan daerah Mandailing Natal,” kata Frendi.
Menurutnya, kepengurusan yang baru akan memfokuskan program kerja pada penguatan kaderisasi, peningkatan kapasitas anggota, pengembangan sumber daya manusia, pelestarian budaya Mandailing, kegiatan sosial, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi mahasiswa, pemerintah daerah, dan para alumni.
Ketua Panitia Pelantikan, Muhammad Yusuf Nasution, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, pengurus, alumni, tamu undangan, serta semua pihak yang telah bekerja sama menyukseskan pelantikan ini. Semoga kepengurusan IMA Madina Pekanbaru periode 2026–2027 dapat menjalankan amanah dengan baik, menjaga kekompakan, dan membawa organisasi ke arah yang lebih baik sesuai harapan bersama,” ungkapnya.
Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat semangat persatuan, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta memperluas kontribusi IMA Madina Pekanbaru di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat “Satu Tekad, Satu Langkah”, IMA Madina Pekanbaru optimistis mampu menjadi organisasi mahasiswa yang semakin maju, profesional, dan berdaya saing, sekaligus menjadi rumah besar bagi mahasiswa Mandailing Natal di tanah rantau serta mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah. (*)






