WARTAMANDAILING.COM, Pekanbaru – Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait rusaknya ruas jalan provinsi yang menghubungkan Jembatan Merah, Muarasoma, Batang Natal, hingga Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Kerusakan jalan yang telah berlangsung lama dan belum ditangani secara permanen dinilai telah melumpuhkan urat nadi perekonomian masyarakat sekaligus mengancam keselamatan pengguna jalan di wilayah Pantai Barat.
Ketua Umum IMA Madina Pekanbaru, Frendi Hermawan Nasution, mengatakan pihaknya terus menerima keluhan dan jeritan masyarakat kampung halaman yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi ruas jalan tersebut. Menurutnya, jalur vital itu kini dipenuhi lubang-lubang besar, badan jalan yang rusak parah, aspal yang mengelupas, serta ancaman longsor di sejumlah titik, seperti di Desa Sipogu dan Sopotinjak.
“Kami di perantauan tidak bisa tinggal diam mendengar jeritan orang tua kami, para petani, dan sopir angkutan di Madina. Jalan Batang Natal–Natal ini bukan sekadar hamparan aspal, melainkan jalur kehidupan masyarakat. Mobilitas logistik terhambat, harga kebutuhan pokok berpotensi meningkat, dan ambulans yang membawa pasien darurat kerap terjebak kemacetan berjam-jam akibat kendaraan yang terperosok ke dalam lumpur,” ujar Frendi dalam keterangan resminya di Pekanbaru, Selasa (28/7/2026).
IMA Madina Pekanbaru juga menyoroti lambannya respons Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta para wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat yang dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Penanganan sementara yang masih mengandalkan swadaya masyarakat dianggap tidak mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Pantai Barat.
“Kami menagih komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera merealisasikan perbaikan jalan ini secara menyeluruh dan permanen. Jangan menunggu jatuhnya korban jiwa lebih banyak baru pemerintah sibuk saling melempar tanggung jawab. Jika dalam waktu dekat tidak ada kepastian anggaran dan dimulainya pekerjaan perbaikan, kami, mahasiswa asal Mandailing Natal di Pekanbaru, siap berkolaborasi dengan seluruh elemen mahasiswa dan pemuda di daerah untuk menyuarakan aspirasi ini melalui aksi massa,” tegas Frendi.
IMA Madina Pekanbaru berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar akses transportasi masyarakat Pantai Barat kembali normal. Menurut organisasi tersebut, jalan Batang Natal–Natal merupakan jalur strategis yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas masyarakat, sehingga perbaikannya tidak dapat lagi ditunda. (*)






