WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Tokoh senior Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu, mengingatkan pengurus baru DPD KNPI Tapanuli Selatan periode 2026–2029 agar tidak menjadikan organisasi sekadar tempat berkumpul dan berdiskusi.
Syahrul meminta pengurus KNPI kembali memaknai lebih dalam semangat yang terkandung dalam Deklarasi Pemuda Indonesia 23 Juli 1973, yakni KNPI sebagai wadah berhimpun dan pemersatu pemuda, wadah pembinaan dan pengkaderan generasi muda Indonesia.
Karena itu, KNPI harus menjadi laboratorium kader bangsa. Tempat pemuda menempa diri, mengasah kepemimpinan, bertukar gagasan, membaca persoalan daerah, sekaligus melahirkan solusi yang dapat diwujudkan dalam kerja nyata.
Pesan itu disampaikan Syahrul saat menghadiri pelantikan DPD KNPI Tapanuli Selatan (Tapsel) di Gedung Serbaguna Kompleks Perkantoran Bupati Tapsel, Sipirok, Sabtu (22/8/2026).
“Jadikanlah wadah ini sebagai wadah melatih diri, organisasi untuk bertukar pikiran bagaimana mendorong pembangunan di Tapsel supaya berkelanjutan dan cepat maju,” kata Syahrul.
Mantan Ketua KNPI Kota Medan sekaligus Bupati Tapsel dua periode itu mengatakan, pemuda bukan hanya ahli waris bangsa, tetapi juga bagian penting dari proses pembangunan dan penentu masa depan.
“Pemuda, pembangunan dan masa depan bangsa merupakan satu kesatuan,” ujarnya.
Karena itu, menurut Syahrul, keberhasilan KNPI tidak seharusnya hanya diukur dari banyaknya jumlah pengurus dan kegiatan organisasi, rapat, diskusi maupun seremoni.
Lebih penting dari itu adalah kemampuan organisasi melahirkan kader yang memahami persoalan masyarakat dan berani mengambil bagian dalam penyelesaiannya.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kondisi Tapanuli Selatan yang masih menghadapi dampak bencana 25 November 2025.
Bencana itu tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian dan mata pencaharian masyarakat.
Syahrul menilai situasi tersebut seharusnya menjadi ruang bagi pemuda untuk menunjukkan kepedulian dan kontribusinya.
Pemuda, kata dia, harus mampu hadir di tengah persoalan masyarakat, bukan sekadar menyaksikan proses pemulihan dari luar.
Pandangan itu sejalan dengan tantangan yang disampaikan Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu kepada pengurus KNPI yang baru dilantik.
Gus Irawan meminta KNPI bersama 37 organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Tapsel ikut mengambil bagian dalam percepatan pemulihan daerah.
“Jangan hanya cakap-cakap. Saya ingin sesuatu yang real,” kata Gus Irawan.
Ia menekankan, pemuda harus memiliki karakter petarung, pantang menyerah, serta memiliki kesetiakawanan dan kepedulian sosial.
“Ciri pemuda adalah petarung, pejuang, tidak kenal lelah, memiliki jiwa kesetiakawanan dan jiwa sosial,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, kata Gus Irawan, membuka ruang bagi pemuda untuk terlibat dalam sektor ekonomi dan pertanian.
Sejumlah program seperti Gerakan Seribu Kolam, Gerakan Seribu Hektare Jagung dan pengembangan peternakan ayam petelur disebut dapat menjadi peluang bagi generasi muda.
Pemuda juga dapat memanfaatkan dukungan penyuluh pertanian, KUR bunga nol persen hingga akses pasar melalui off-taker.
Dengan dukungan itu, pemuda diharapkan tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Gus Irawan juga meminta KNPI ikut membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan sosial. “Perang melawan narkoba, judi online, rentenir dan kemiskinan. Tolong bantu kami,” katanya.
Ketua DPD KNPI Sumatera Utara Aldi Syahputra Siregar mengatakan persoalan pembangunan Tapsel tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendiri. Karena itu, KNPI harus hadir sebagai mitra pemerintah sekaligus mendampingi masyarakat.
“Pemerintah sendiri mungkin tidak akan sanggup menyelesaikannya. Di sinilah harapan dan tugas KNPI untuk menemani, mendampingi, ikut membangun dan ikut memajukan perekonomian Tapsel,” ujar Aldi.
Ia juga mendorong konsep aktivispreneur, yakni aktivis yang tidak hanya menyampaikan kritik dan gagasan, tetapi mampu masuk ke dunia usaha, menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dengan konsep itu, gerakan kepemudaan diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi atau pernyataan sikap, tetapi menghasilkan karya yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Ketua DPD KNPI Tapsel periode 2026–2029 Abdul Rahman Al-Mandili Nasution alias Bung Menzet mengatakan kepengurusan baru ingin menjadikan KNPI sebagai ruang tumbuh bagi pemuda.
“Kita ingin KNPI menjadi ruang untuk menghadirkan solusi yang nyata di Tapanuli Selatan,” katanya.
Bung Menzet meminta pengurus meninggalkan ego sektoral dan kepentingan kelompok. Menurutnya, KNPI harus dibangun dengan integritas, data, gagasan dan kolaborasi.
“Jabatan dalam organisasi bukan tempat mencari kehormatan. Jabatan adalah tempat membuktikan pengabdian kepada masyarakat. Jangan bertanya apa yang bisa saya dapatkan dari KNPI, tetapi apa yang bisa saya berikan melalui KNPI,” ujarnya.
Sementara itu, Rocky AP Gultom yang mewakili Ketua DPRD Tapanuli Selatan meminta pemuda menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun organisasi.
“Jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai alasan untuk terpecah,” katanya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda H. Sofyan Adil Siregar, unsur Forkopimda, perwakilan DPRD, pimpinan organisasi perangkat daerah, para camat.
Hadir juga tokoh KNPI Sumut, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan perusahaan, serta organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. (r)






