WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali meninjau langsung upaya pemulihan wilayah terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (4/9/2026).
Kunjungan kerja ini berlangsung tepat sembilan bulan setelah peninjauan pertama pada Desember 2025, menandakan perhatian besar pemerintah pusat terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah.
Didampingi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Afif Nasution, Wapres tiba di lokasi disambut Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, jajaran OPD, serta unsur Forkopimda Tapsel.
Rangkaian kunjungan mencakup tiga titik utama, yakni Hunian Tetap (Huntap) di Desa Hapesong Baru Utara, Hunian Sementara (Huntara) di Desa Napa, serta peninjauan kembali pembangunan Jembatan Garoga 2.
Dalam keterangannya di lokasi, Bupati Gus Irawan Pasaribu menjelaskan tujuan utama kunjungan Wapres adalah memantau perkembangan terbaru penanganan pascabencana, khususnya ketersediaan hunian dan pemulihan infrastruktur vital.
“Beliau (Wapres) meninjau langsung dari Huntap Hapesong Baru, Huntara Napa, hingga kondisi Jembatan Garoga,” ujar Gus Irawan kepada wartawan.
Di Hapesong Baru, jelas Gus, pembangunan Huntap telah rampung dan kini dihuni oleh 207 Kepala Keluarga (KK). Namun, tantangan muncul pada aspek ketersediaan air bersih akibat menurunnya debit sumur bor di musim kemarau.
Pemerintah daerah pun, kata Gus, merespons dengan rencana penarikan sumber air dan mekanisme pendistribusian melalui penyaluran air bersih.
Sementara itu, di Desa Napa, proses pengadaan berjalan di bawah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kawasan ini direncanakan menampung 699 unit rumah.
Gus mengatakan, kendala lahan yang sempat muncul kini teratasi berkat dukungan PTPN yang telah memberikan izin pengerjaan fisik selagi proses pelepasan aset negara berjalan.
“Surat izin penggunaan lahan sudah diterima pagi ini. Dengan anggaran APBN 2026 tersedia, Kementerian PKP menargetkan penyelesaian dipercepat hingga akhir tahun menggunakan sistem rumah knock-down,” ungkap Gus Irawan.
Selain itu, tambah Gus Irawan, dukungan pembangunan juga mengalir dari Yayasan Buddha Tzu Chi di kawasan Simatohir dengan progres mencapai 50 persen, serta Huntap Desa Tandihat yang sedang berjalan.
Nah, di titik Jembatan Garoga 2, Wapres Gibran Rakabuming Raka mendapatkan paparan teknis dari Direktorat Jenderal Bina Marga yang diwakili Kepala Balai Besar Jalan Nasional Sumut Hardy Siahaan.
Hardy memaparkan, bencana November 2025 mengubah alur sungai, membentuk jalur baru Garoga 3 akibat tertimbunnya material batang kayu, bebatuan, dan endapan.
Sebagai solusi permanen, terang Hardy, jembatan eksisting akan diganti dengan struktur bentang 50 meter tanpa pilar tengah agar lebih aman dari hantaman arus dan material banjir. Target penyelesaian ditetapkan akhir Desember 2026.
Hardy mengemukakan, langkah mitigasi menyeluruh juga disiapkan. Aliran air yang menyimpang di Garoga Tengah dan Garoga 3 akan dikembalikan ke alur asli Garoga 1 dan 2 melalui pembangunan tanggul pengendali.
Sepanjang alur sungai diperkuat dengan tanggul, sand pocket untuk menampung material banjir, serta perkuatan tebing metode shotcrete dan soil nailing.
“Dibangun tanggul agar air kembali ke jalur asal, jembatan aman dan pemukiman warga terlindungi dari banjir,” tegas Hardy di hadapan Wapres.
Bupati Tapsel pun mengapresiasi kesigapan dan dukungan penuh pemerintah pusat. Ia berharap seluruh rangkaian proyek, mulai dari hunian, jalan, hingga perlindungan sungai berjalan tepat waktu agar warga dapat pulih kembali ke kehidupan normal dan aman.
Amatan wartawan, kedatangan Wapres Gibran turut disambut hangat warga setempat, diharapkan dapat menjadi dorongan semangat di tengah proses bangkit pascabencana. (Nas)
