WARTAMANDAILING.COM, Mandailing Natal – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengakibatkan banjir yang merendam SMP Negeri 3 Ranto Baek Satu Atap (Satap). Dampaknya, proses belajar mengajar pada Selasa (4/8/2026) terpaksa dihentikan.
Banjir mulai merendam kawasan sekolah sejak Senin (3/8/2026) sekitar pukul 23.56 WIB. Hingga Selasa (4/8/2026) pukul 08.00 WIB, genangan air masih menguasai lingkungan sekolah sehingga aktivitas belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 3 Ranto Baek Satap, Indrawadi Lubis, S.Pd, mengatakan melalui sambungan telepon bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar pada hari itu lumpuh akibat banjir.
“Proses ajar mengajar hari ini lumpuh. Siswa hanya diarahkan untuk melakukan pembersihan material lumpur yang masuk ke lingkungan dan ruang sekolah,” ujar Indrawadi.
Ia menjelaskan, ketinggian air yang masuk ke dalam ruang-ruang sekolah mencapai sekitar 1,5 meter. Sedikitnya lima ruang terendam banjir dan dipenuhi lumpur setelah air mulai surut.

Banjir rendam ruangan sekolah.
Menurutnya, nilai kerugian akibat bencana tersebut masih dalam proses pendataan. Namun, sementara ini tercatat sedikitnya 15 unit mobiler serta sejumlah buku pelajaran mengalami kerusakan karena terendam banjir.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal beserta instansi terkait segera memberikan perhatian dan bantuan penanganan agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal, sekaligus membantu pemulihan sarana dan prasarana sekolah yang terdampak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah masih melakukan pendataan terhadap seluruh kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir. (Has)
