Hadiri PKKMB, Jafar Syahbuddin Ajak Mahasiswa Tapsel Tak Kenal Kata Berhenti

WARTAMANDAILING.COM, Tapanuli Selatan — Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.BA., D.B.A., membuka wawasan dan memotivasi 817 mahasiswa baru Universitas Aufa Royhan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (27/8/2026). Kegiatan berlangsung selama 26–29 Agustus 2026.

Dalam amanatnya yang menginspirasi, Jafar menekankan tiga pilar utama: tidak pernah berhenti belajar, tidak membatasi diri pada satu bidang ilmu, serta bekerja sepenuh hati atau all out.

Jafar Syahbuddin hadir mewakili Bupati Tapsel dan mengajak generasi muda mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang dinamis. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah proses jangka panjang (long lasting education) yang tidak boleh terhenti hanya karena seseorang telah memiliki gelar atau jabatan.

“Belajar itu dari buaian hingga liang lahat. Jangan biarkan jabatan atau status membuat kita berhenti berkembang,” ujar Jafar di hadapan peserta yang berasal dari delapan program studi.

Untuk memantapkan pesannya, Jafar membagikan kisah nyata perjalanan akademisnya sendiri, antara lain:

  • Lulus S1 Ekonomi USU (1992), lanjut MBA di Amerika Serikat (1993), lalu meraih gelar DBA di Malaysia (2011) sebagai salah satu perintis di Sumut.
  • Kini masih berjuang meraih jabatan Lektor Kepala dan menargetkan gelar profesor dalam dua tahun ke depan.

Ia mengingatkan agar tidak terjebak batasan jurusan. “Jangan sampai ilmu membatasi kalian. Seperti saya berlatar belakang ekonomi, namun sebagai Wakil Bupati wajib memahami kesehatan, pertanian, hingga penanggulangan bencana,” ucapnya.

Prinsip belajar dari pengalaman juga ditekankan, sebagaimana saat menghadapi pandemi COVID-19 dan bencana besar di Tapsel tahun lalu. Tanpa pengalaman sebelumnya, kemauan belajar menjadi kunci penyelesaian masalah.

Bacaan Lainnya

Jafar meminta mahasiswa melatih ketahanan intelektual dan tidak mudah menyerah. Ia menggunakan perumpamaan, “Ingin ambil mangga, kalau tak bisa memanjat cari tangga, kalau tak bisa cari cara lain, jangan banyak alasan,” Jafar mengibaratkan.

Di era teknologi, ia menegaskan kompetensi adalah mata uang utama dunia. Asal-usul kurang menentukan dibandingkan kemampuan nyata yang dimiliki.

Kegiatan PKKMB yang dihadiri Rektor Universitas Aufa Royhan Prof. Dr. Anto, SKM., M.Kes., MM., dan jajaran akademika ini diharapkan menjadi fondasi pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa baru. (r)

Contoh Gambar di HTML

Pos terkait